
Ilustrasi Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB). (Dok Jawa Pos)
JawaPos.com – Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) menjadi prioritas proyek infrastruktur tahun depan. Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya sedang mempersiapkan lelang untuk proyek dengan alokasi Rp 50 miliar itu. JLLB akan menjadi akses penting untuk pengembangan kawasan Surabaya sisi barat.
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan DSDABM Kota Surabaya Adhi Gunita mengatakan, ada pekerjaan besar untuk menyambungkan tahap awal JLLB sepanjang 1,9 kilometer di sisi utara Sememi.
Pemkot Surabaya berencana membangun 500 meter. Sedangkan sisanya 1,4 km diajukan untuk bisa mendapatkan pendanaan dari pemerintah pusat.
Kalau semuanya sudah rampung, flyover Teluk Lamong bisa tersambung dengan flyover Sememi. Namun, untuk menuntaskan itu, anggaran yang dibutuhkan tidak sedikit. Karena itu, pemkot mengajukan pembiayaan ke Kementerian Pekerjaan Umum.
”Kami juga melakukan pengerjaan JLLB yang sumbernya dari APBD,’’ terangnya. Pemkot segera melelang pengerjaan JLLB tersebut. Lama pembangunannya diprediksi sampai tujuh bulan.
Percepat Penyerahan Aset Swasta ke Pemkot
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya Irvan Wahyudrajad menyampaikan, pembahasan terakhir dengan Kementerian PU terkait penyelesaian status tanah aset simpang flyover Teluk Lamong.
Di sana ada lahan milik swasta. Kondisi terakhir sudah ada progres sertifikat laik fungsi flyover dan sekarang sudah selesai.
”Dan sudah ada kesepakatan dengan swasta untuk percepatan penyerahan aset dari swasta ke pemkot sebagai PSU (prasarana, sarana, dan utilitas, Red) ,” terangnya kemarin.
Menurut dia, setelah permasalahan itu selesai, Kementerian PU mau membantu pembiayaan JLLB melalui APBN. Hanya saja, kelak tetap menunggu pembahasan dari pusat. Mengingat ada pergeseran dan penyesuaian di kelembagaan kementerian.
Bappedalitbang berharap pembiayaan dari APBN itu sangat membantu penyelesaian JLLB. ”Sehingga APBD bisa dialihkan untuk pembangunan JLLB dari Sememi ke selatan,” jelas Irvan. (omy/c17/jun)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
