
BANTUAN DARURAT: Petugas mendistribusikan air bersih kepada warga di Desa Tulungrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. (JAWA POS RADAR MALANG)
JawaPos.com – Bencana kekeringan masih melanda berbagai daerah di Jawa Timur. Sejauh ini, sedikitnya 28 kabupaten/kota di Jatim ini telah menetapkan status tanggap darurat.
Lebih dari 900 desa tengah mengalami krisis air. Saat ini, distribusi air bersih menjadi solusi sementara bagi wilayah-wilayah terdampak.
Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto, menjelaskan bahwa Pemprov Jatim sudah mengalokasikan bantuan tak terduga (BTT) bagi daerah-daerah yang mengalami krisis air.
“Ini untuk mencukupi kebutuhan air bagi warga selama musim kemarau berlangsung,” katanya.
Namun, Gatot menambahkan bahwa solusi ini hanya bersifat jangka pendek. Ke depan, yang perlu dilakukan adalah pencarian sumber mata air baru di wilayah-wilayah yang rawan kekeringan.
Di sejumlah daerah yang paling terdampak, krisis air yang melanda memang cukup parah. Salah satunya di Kabupaten Malang. Selama sebulan terakhir, BPBD Kabupaten Malang telah mendistribusikan air bersih sebanyak satu juta liter.
Di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, misalnya, total ada 10 desa yang terdampak kekeringan. Setiap desa mendapatkan pasokan air bersih mulai dari 5.000 liter hingga 25.000 liter. Begitu juga di Kecamatan Donomulyo, ada empat desa yang mengalami krisis air.
“Saat ini, sebanyak 1 juta 88 ribu liter air sudah kami distribusikan,” kata Kepala BPBD Kabupaten Malang, R. Ichwanul Muslimin.
Di Ponorogo, BPBD setempat mencatat ada 1.569 jiwa yang kesulitan air bersih, tersebar di 14 desa di tujuh kecamatan. Sejak Juli hingga Oktober, BPBD Ponorogo telah mendistribusikan 882 ribu liter air bersih.
“Kami terus mengirimkan air bersih secara berkala, karena kami juga menerima laporan adanya wilayah kekeringan baru akhir-akhir ini,” kata Kalaksa BPBD Ponorogo, Masun.
Di Pacitan, bencana kekeringan yang melanda sebagian wilayah berdampak signifikan pada sektor pertanian. Berdasarkan catatan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) setempat, dari total lahan seluas 12.783 hektare, sekitar 11,5 hektare di antaranya terdampak kekeringan sejak Juni lalu.
Untuk mengatasi kondisi ini, Kepala DKPP Pacitan, Sugeng Santoso, mengatakan bahwa mereka akan memaksimalkan pemanfaatan potensi air yang ada agar usaha pertanian tetap bisa berjalan. (kkn/hen/aff/gen/kid/hyo/sat/ris)

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
