
BUS LISTRIK: Penumpang hendak naik bus Trans Semanggi Surabaya dari Terminal Purabaya kemarin (8/9). Tahun depan pemkot berencana menambah bus listrik. (ALFIAN RIZAL/JAWA POS)
JawaPos.com – Pemkot Surabaya akan memadukan konsep compact city atau kota kompak dengan transportasi publik berbasis energi listrik.
Gagasan itu dirancang untuk mempersingkat waktu tempuh pelaku perjalanan. Targetnya, waktu tempuh kendaraan menuju tempat tujuan maksimal 15 menit.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Surabaya Irvan Wahyudrajad mengatakan, pihaknya tengah menyiapkan peta transportasi publik berbasis listrik.
Pemkot menggandeng sejumlah instansi untuk mewujudkan elektrifikasi moda transportasi tersebut.
”Surabaya dinilai memiliki tingkat kesiapan tinggi menjadi percontohan elektrifikasi transportasi di Indonesia,” ucapnya Minggu (8/9).
Elektrifikasi transportasi, kata Irvan, akan diterapkan untuk mendukung compact city. Tujuannya mempersingkat waktu tempuh angkutan menuju tempat tujuan. Maksimal 15 menit.
”Surabaya dikonsep menjadi 15 minutes city. Ke mana-mana bisa ditempuh dengan waktu 15 menit,” ujarnya.
Tentu tidak mudah mewujudkan konsep tersebut. Sebab, ada beragam tantangan. Di antaranya, penambahan volume kendaraan serta penyempitan ruas jalan. Berdasar hasil survei di Surabaya Timur, waktu tempuh kendaraan di atas 15 menit.
Tambah Bus Listrik
Awal tahun ini, pemkot mengoperasikan bus listrik Trans Semanggi Surabaya. Kendaraan itu melayani rute Terminal Purabaya–MERR–Kenpark. Ke depan, Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya akan menambah jumlah armadanya.
Kasi Angkutan Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya Ali Mustofa mengungkapkan, akan ada tambahan 11 armada bus listrik baru. Itu akan beroperasi di rute Suroboyo Bus, yakni Terminal Purabaya–Kampus C Universitas Airlangga.
Menurut dia, program elektrifikasi transportasi itu merupakan langkah awal mendorong penggunaan kendaraan listrik di Surabaya. ”Armada lain seperti feeder menyusul, melihat hasil evaluasi,” ujarnya.
Rencananya, 11 bus listrik itu mulai beroperasi pada akhir November mendatang. Pada Oktober akan diuji coba terlebih dulu untuk melihat performa dan hambatan di lapangan.
Menurut Ali, rute Terminal Purabaya–Kampus C Unair dipilih karena permintaannya atau demand yang tinggi. ”Rute ini menghubungkan wilayah selatan dan timur Surabaya. Kebutuhannya tinggi,” jelasnya.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
