
Ilustrasi listrik PLN. (Istimewa)
JawaPos.com — Upaya memperluas akses listrik dan memperkuat infrastruktur ketenagalistrikan nasional dinilai masih menghadapi sejumlah tantangan teknis di lapangan, terutama terkait sistem pengadaan material proyek.
Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia (AKLI) menilai pembangunan sektor kelistrikan memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan energi, pertumbuhan industri, hingga pemerataan pembangunan di berbagai daerah. Namun, efektivitas pelaksanaan proyek dinilai perlu diperkuat melalui sistem kerja yang lebih adaptif.
Ketua Umum AKLI, Puji Muhardi, mengatakan pembangunan jaringan distribusi, gardu induk, sistem transmisi, hingga elektrifikasi daerah terpencil menjadi agenda strategis yang perlu didukung seluruh pihak.
“Langkah pemerintah memperkuat sektor ketenagalistrikan merupakan kebijakan strategis. Tidak hanya untuk menjaga ketahanan energi nasional, tetapi juga menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi, investasi, dan daya saing industri nasional,” ujar Puji Muhardi, Rabu (27/5/2026).
Meski demikian, AKLI meminta adanya evaluasi terhadap mekanisme pengadaan barang dan jasa di lingkungan PT PLN (Persero). Menurut AKLI, sistem pengadaan material yang sepenuhnya disiapkan PLN masih menimbulkan hambatan dalam pelaksanaan proyek di lapangan.
Puji menyebut keterlambatan distribusi material, ketidaksesuaian spesifikasi, hingga material yang belum lengkap saat pekerjaan dimulai menjadi persoalan yang cukup sering terjadi.
“Kondisi ini menyebabkan kontraktor kesulitan menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal kontrak. Tidak sedikit proyek mengalami keterlambatan karena material utama belum tersedia lengkap di lapangan,” katanya.
AKLI mengusulkan agar kontraktor diberikan fleksibilitas lebih besar untuk melakukan pengadaan material tertentu secara langsung sesuai kebutuhan teknis proyek. Skema tersebut dinilai dapat mempercepat pengerjaan, meningkatkan efisiensi, sekaligus meminimalkan keterlambatan proyek strategis.
Selain itu, AKLI juga mendorong adanya ruang dialog yang lebih terbuka antara pemerintah, PLN, asosiasi, dan pelaku usaha guna merumuskan sistem pengadaan yang lebih efektif tanpa mengurangi prinsip transparansi dan pengawasan.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah Digelar Tertutup, Ini yang Terjadi di Dalam Ruangan
