
Melly (kanan) dan Daud (kiri) mendampingi anaknya yang mengidap penyakit gagal ginjal di Rumah Singgah Rumahku beberapa waktu lalu. (Allex Qomarulla/Jawa Pos)
JawaPos.com – Kasus anak menderita gagal ginjal kronis (GGK) yang mengharuskan menjalani terapi hemodialisis alias cuci darah kini ramai diperbincangkan. Berdasar data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jawa Timur (Jatim), terdapat 8–10 anak yang melakukan cuci darah karena ginjalnya tidak lagi bisa berfungsi dengan baik.
Ketua IDAI Jatim dr Sjamsul Arief SpA(K) mengatakan, ada banyak penyebab anak menderita gagal ginjal kronis. ”Karena infeksi, sindrom nefrotik, dan lupus,” jelasnya kemarin (11/8).
Penyebab lainnya, kata Sjamsul, adalah anak yang menderita diare hingga dehidrasi berat, penyakit jantung, dan menderita kelainan bawaan. Persentasenya mencapai 80 persen. ”Memang sudah ada kelainan bawaan sejak kecil,” ungkapnya.
Belakangan, faktor gaya hidup juga menjadi pemicu anak menderita gagal ginjal. Misalnya, mengonsumsi mi instan hingga minuman instan saset sejak kecil. ”Mi instan itu kan kandungan garamnya tinggi. Kalau terlalu sering, itu tidak baik untuk ginjal,” papar Sjamsul.
Menurut dokter spesialis anak itu, konsumsi mi instan harus dibatasi. Bukan berarti anak tidak diperbolehkan makan mi instan. Satu bungkus dalam sebulan misalnya. ”Jangan sering-sering, minuman saset itu juga ada batasnya,” terangnya.
Dari pengalaman Sjamsul, dirinya pernah mendapati ada anak yang konsumsi minuman saset hingga empat bungkus dalam sehari. Sementara pada minuman saset itu terkandung kadar gula tinggi dan bahan pengawet yang tidak baik dikonsumsi bila terlalu sering.
”Kalau mau minum kopi, ya lebih baik kopi hitam daripada yang saset instan itu,” imbuhnya.
Sjamsul mengimbau masyarakat untuk membiasakan minum air putih sesuai dengan kebutuhan tubuh. Konsumsi air putih yang cukup akan menyehatkan tubuh. Juga menghindari dehidrasi.
Pada kasus anak-anak yang mengalami gagal ginjal karena gaya hidup, lanjut Sjamsul, peran orang tua atau orang dewasa di sekitarnya sangat penting.
’’Dengan memperhatikan kebutuhan cairan anak, makanan yang dikonsumsi tidak terlalu banyak yang manis-manis atau mengandung garam,’’ katanya. (ann/c6/aph)
FAKTOR PEMICU GAGAL GINJAL PADA ANAK
- Kelainan bawaan sejak kecil
- Konsumsi mi instan berlebih
- Terlalu sering minum minuman kemasan
- Kurang minum air putih

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
