Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 Juli 2024 | 02.36 WIB

Cerita Pilu Bu Nunuk Pemilik STMJ Legendaris di Surabaya Meninggal saat Berhaji, Sempat Menghilang

Ilustrasi Haji: Sebanyak 75 CJH 2019 telah melunasi BPIH. (Kokoh Praba/JawaPos.com) - Image

Ilustrasi Haji: Sebanyak 75 CJH 2019 telah melunasi BPIH. (Kokoh Praba/JawaPos.com)

JawaPos.com–Jika melewati sekitar Jalan Ngagel samping TPU Ngagel, Surabaya, ada kedai STMJ dengan banner kuning mentereng dan bertulisan Bu Nunuk. STMJ legendaris di Surabaya itu kini ditinggalkan pemiliknya, Nunuk Widayanti.

Nunuk Widayanti atau yang akrab disapa Bu Nunuk meninggal saat berhaji furoda pada Mei. Bu Nunuk berangkat haji pada 17 Mei. Dia berangkat bersama sang suami dengan haji furoda. Keduanya bertolak ke Tanah Suci dari Surabaya dengan 10 orang. Rombongan meninggalkan Surabaya pada 17 Mei transit di Jakarta.

Bu Nunuk sampai di Tanah Suci Arab Saudi, pada 19 Mei. Siska, menantu dari Bu Nunuk mengungkapkan, mertuanya itu sempat dikejar polisi di Tanah Suci. Dia menyebutkan, visa yang digunakan adalah visa kunjungan pribadi bukan visa haji.

”Selama di Arab Saudi sering telepon. Baik bapak atau ibu masih komunikasi. Beliau menyampaikan kalau sering dikejar polisi,” tutur Siska, menantu Bu Nunuk STMJ legendaris di Surabaya.

Haji furoda adalah haji dengan tarif lebih mahal dari haji regular dan khusus. Haji furoda adalah ibadah haji yang diatur pemerintah Arab Saudi. Nah, hal itu berbeda dengan haji yang dikelola Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama.

”Pada 15 Juni, ibu itu sempat terpisah sama bapak (suami dari Bu Nunuk, Budi Santoso) tapi kemudian bertemu kembali. Lalu, 16 Juni saat lempar jumrah terpisah lagi. Ibu sempat menyampaikan lelah dan dehidrasi akut ketika lempar jumrah,” ungkap Siska.

Pencarian Bu Nunuk pemilik STMJ legendaris di Surabaya berlanjut hingga 17 Juli dan berakhir pada 18 Juli. Pada 18 Juli, Bu Nunuk sempat dinyatakan meninggal dunia.

”Pas balik Jumat, 21 Juni, Pakde mengabari ada data di forensik dan sudah keluar, jika ada surat pernyataan surat meninggal Bu Nunuk pada 16 Juni 2024. Artinya mama hilang dan meninggal di tanggal yang sama,” cerita Rizaldi, anak dari Bu Nunuk.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore