Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 7 Juni 2024 | 13.30 WIB

Pemkot Surabaya Pastikan Hewan-hewan Kurban yang dijual di Lapak-lapak wilayah Setempat Bebas Penyakit

Pihak Pemkot Surabaya memeriksa hewan kurban yang dijual di lapak-lapak wilayah MERR./Pemkot Surabaya - Image

Pihak Pemkot Surabaya memeriksa hewan kurban yang dijual di lapak-lapak wilayah MERR./Pemkot Surabaya

JawaPos.com - Lapak-lapak hewan kurban di Surabaya mulai berdiri di sejumlah titik menjelang hari raya Idul Adha.

Selain membantu masyarakat dalam hal memberikan banyak pilihan berburu hewan kurban, hal itu juga bisa memunculkan kekhawatiran akan kesehatan hewan yang dijual tersebut.

Maka dari itu, Pemkot Surabaya berupaya memastikan hewan-hewan kurban yang dijual di lapak-lapak tersebut bebas dari penyakit, dengan cara melakukan pemeriksaan.

Hasilnya, hewan kurban yang dijual tidak mengalami gejala terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK) maupun lumpy skin disease (LSD). Salah satu kawasan para penjual hewan kurban yang sudah diperiksa adalah para pedagang daerah MERR atau Jalan Ir. Soekarno.

Kepala DKPP Kota Surabaya Antiek Sugiharti, di Surabaya, Rabu, menyatakan pemeriksaan kesehatan hewan kurban sudah dilaksanakan pada Senin (3/6), di kawasan MERR atau Jalan Ir Soekarno.

"Banyak di sepanjang MERR sekitar 30-40 pedagang, hasilnya bagus," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti seperti dikutip dari Antara.

Ia juga menyatakan para pedagang hewan kurban tersebut sudah berizin untuk membuka lapak dari Pemkot Surabaya dan juga Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal yang menjadi syarat wajib pengiriman ternak.

"Hewan ternak yang ada dilakukan pengecekan kesehatan lagi untuk memastikan keamanan," ujarnya.

Antiek menambahkan bukti bahwa hewan kurban tersebut bebas dari penyakit adalah bukti vaksin ternak yang diperdagangkan untuk momen Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah.

Warga Surabaya juga tidak perlu khawatir jika menjumpai lapak-lapak hewan kurban di wilayah selain MERR karena pihak Pemkot juga akan memeriksa kesehatan hewan-hewan kurban yang dijual di lokasi lain.

"Nanti pengecekan lapak dilaksanakan bergiliran dari satu tempat ke tempat lainnya. Awal pekan depan kami bersama 120 tim dokter hewan turun," tegasnya.

Ia juga mengimbau kepada para pedagang agar menjaga kebersihan kandang di masing-masing lapak demi mencegah hewan ternak terjangkit penyakit tertentu.

"Kalau sakit pastikan menghubungi kami. Protokol kesehatan hewan dan pengelolaan ternak harap dijaga, makanya setiap hari dipantau dan sejauh ini tidak ada yang temuan hewan sakit," jelasnya.

Sebelumnya, DKPP Kota Surabaya menerima ratusan pengajuan pengurusan izin pendirian lapak hewan kurban dari para pedagang menjelang Hari Raya Idul Adha 2024.

"Berdasarkan data yang kami catat itu ada 103 pemohon dengan jumlah hewan ternak 702 ekor dan tersebar di seluruh Kota Surabaya," terang Antiek.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore