
Pihak Pemkot Surabaya memeriksa hewan kurban yang dijual di lapak-lapak wilayah MERR./Pemkot Surabaya
JawaPos.com - Lapak-lapak hewan kurban di Surabaya mulai berdiri di sejumlah titik menjelang hari raya Idul Adha.
Selain membantu masyarakat dalam hal memberikan banyak pilihan berburu hewan kurban, hal itu juga bisa memunculkan kekhawatiran akan kesehatan hewan yang dijual tersebut.
Maka dari itu, Pemkot Surabaya berupaya memastikan hewan-hewan kurban yang dijual di lapak-lapak tersebut bebas dari penyakit, dengan cara melakukan pemeriksaan.
Hasilnya, hewan kurban yang dijual tidak mengalami gejala terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK) maupun lumpy skin disease (LSD). Salah satu kawasan para penjual hewan kurban yang sudah diperiksa adalah para pedagang daerah MERR atau Jalan Ir. Soekarno.
Kepala DKPP Kota Surabaya Antiek Sugiharti, di Surabaya, Rabu, menyatakan pemeriksaan kesehatan hewan kurban sudah dilaksanakan pada Senin (3/6), di kawasan MERR atau Jalan Ir Soekarno.
"Banyak di sepanjang MERR sekitar 30-40 pedagang, hasilnya bagus," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti seperti dikutip dari Antara.
Ia juga menyatakan para pedagang hewan kurban tersebut sudah berizin untuk membuka lapak dari Pemkot Surabaya dan juga Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal yang menjadi syarat wajib pengiriman ternak.
"Hewan ternak yang ada dilakukan pengecekan kesehatan lagi untuk memastikan keamanan," ujarnya.
Antiek menambahkan bukti bahwa hewan kurban tersebut bebas dari penyakit adalah bukti vaksin ternak yang diperdagangkan untuk momen Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah.
Warga Surabaya juga tidak perlu khawatir jika menjumpai lapak-lapak hewan kurban di wilayah selain MERR karena pihak Pemkot juga akan memeriksa kesehatan hewan-hewan kurban yang dijual di lokasi lain.
"Nanti pengecekan lapak dilaksanakan bergiliran dari satu tempat ke tempat lainnya. Awal pekan depan kami bersama 120 tim dokter hewan turun," tegasnya.
Ia juga mengimbau kepada para pedagang agar menjaga kebersihan kandang di masing-masing lapak demi mencegah hewan ternak terjangkit penyakit tertentu.
"Kalau sakit pastikan menghubungi kami. Protokol kesehatan hewan dan pengelolaan ternak harap dijaga, makanya setiap hari dipantau dan sejauh ini tidak ada yang temuan hewan sakit," jelasnya.
Sebelumnya, DKPP Kota Surabaya menerima ratusan pengajuan pengurusan izin pendirian lapak hewan kurban dari para pedagang menjelang Hari Raya Idul Adha 2024.
"Berdasarkan data yang kami catat itu ada 103 pemohon dengan jumlah hewan ternak 702 ekor dan tersebar di seluruh Kota Surabaya," terang Antiek.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
