Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 21 Mei 2024 | 04.46 WIB

Asrama Haji Surabaya Terapkan One Stop Service bagi Jamaah, Layani Pemeriksaan Kesehatan hingga Penyerahan Biaya Hidup

ILUSTRASI: Sejumlah jamaah calon haji menunggu boarding ke pesawat di Terminal 2F Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Minggu (12/5/2024). - Image

ILUSTRASI: Sejumlah jamaah calon haji menunggu boarding ke pesawat di Terminal 2F Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Minggu (12/5/2024).

 
JawaPos.com - Asrama Haji Embarkasi Surabaya menerapkan sistem ‘One Stop Service’ (OSS) saat proses penerimaan jemaah haji yang tidak menutup kemungkinan datang secara bersamaan.
 
Pihak Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya menyatakan ujicoba OSS berjalan lancar, sehingga akan dilanjutkan hingga kloter terakhir.
 
“Alhamdulillah, melalui koordinasi dengan seluruh stakeholder PPIH Embarkasi Surabaya, yakni UPT Asrama haji, Imigrasi, Kesehatan, dan Penerbangan, kita mulai menerapkan layanan OSS. Setelah kita uji cobakan capaiannya luar biasa dan akan kita terapkan sampai kloter terakhir,” terang Sekretaris PPIH Embarkasi Surabaya, Abdul Haris seperti dikutip dari laman resmi Pemprov Jatim.
 
 
Haris menerangkan, layanan OSS yang diterapkan adalah layanan satu atap bagi jemaah calon haji yang sudah tiba di asrama haji.
 
Pelayanan OSS tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan jemaah, penyerahan Surat Panggilan Masuk Asrama (SPMA) dan bukti lunas Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH).
 
Selain itu, fasilitas ini juga melayani penyerahan kartu makan serta penempatan kamar jemaah, penyerahan gelang identitas, paspor, visa, boarding pass, serta penyerahan biaya hidup selama di Tanah Suci.
 
“Diharapkan melalui metode ini, semua proses akan berjalan lebih cepat dan efisien,” imbuhnya.
 
Selain pelayanan OSS, seperti biasanya, di asrama haji, pihak panitia juga turut memeriksa barang bawaan jemaah agar tidak sampai bermasalah saat tiba di Tanah Suci.
 
 
Misalnya saat proses penerimaan kloter 33 dan kloter 34 pada kemarin (19/5), ada beberapa jemaah yang membawa magic com dan heater. Oleh petugas, magic com tersebut diamankan karena dilarang oleh Pemerintah Arab Saudi.
 
“Sebenarnya kalau dikemas sesuai standar dan disimpan di bagasi, tidak dilarang dalam penerbangan. Namun karena dikhawatirkan mengganggu keamanan dan kelancaran aliran listrik di hotel jemaah, Pemerintah Arab Saudi melarang para jemaah membawa penanak nasi dan pemanas air listrik," ujar Haris.
 
Maka dari itu, ia mengimbau para jemaah tidak perlu membawa penanak nasi elektronik karena pihak panitia di Arab Saudi sudah menyediakan makanan yang cukup.
 
"Tahun ini para jemaah full memperoleh makanan dari panitia baik ketika pra maupun pasca Armuzna,” ungkapnya.
 
 
Selain penanak nasi, sejumlah jemaah juga ada yang membawa rokok lebih dari dua slop, dan jumlah tersebut dilarang pihak Otoritas.
 
“Para jemaah haji diizinkan membawa rokok dengan jumlah maksimal 2 slop atau sekitar 200 batang,” tambahnya.
 
Sebagai informasi, meskipun ada larangan merokok, namun hal itu hanya berlaku di sekitar tempat ibadah saja seperti Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Jika jauh dari tempat-tempat tersebut, par jemaah masih dibolehkan merokok.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore