Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 22 April 2024 | 21.15 WIB

Dua Pendaki Asal Surabaya yang Tersesat di Gunung Penanggungan Ditemukan Selamat, Tim SAR Ungkap Penyebab dan Proses Evakuasinya

Dua pendaki asal Asemrowo, Surabaya yang tersesat di Gunung Penanggungan saat berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada hari Senin (22/4) dini hari. - Image

Dua pendaki asal Asemrowo, Surabaya yang tersesat di Gunung Penanggungan saat berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada hari Senin (22/4) dini hari.

JawaPos.com – Petugas Tim SAR gabungan berhasil menyelamatkan dua pendaki Gunung Penanggungan yang sempat dilaporkan tersesat sejak hari Minggu (21/4) malam.

Upaya pencarian Tim Sar akhirnya membuahkan hasil pada hari Senin (22/4), di mana kedua pendaki berhasil diselamatkan setelah terjebak kabut tebal di ketinggian 1300 mdpl, sebagaimana diungkapkan oleh relawan dari Galena Rescue.

Diketahui identitas dari kedua pendaki yang dikabarkan tersesat itu adalah Moh Saiful Nasir, 19, dan Ikbal Abdullah, 19. Mereka berdua adalah pendaki asal Kelurahan Asemrowo, Kota Surabaya.

“Sekitar pukul 02.30 WIB kedua pendaki ini berhasil dievakuasi di pos kunjorowesi,” ujar Fatkur seperti dilansir dari Radar Mojokerto (JawaPos Group).

Ia menjelaskan kronologi insiden tersesatnya kedua pendaki asal Surabaya itu, berawal saat Saiful dan Ikbal mulai mendaki setelah melakukan registrasi di Pos Pendakian Gunung Penanggungan Kunjorowesi pada hari Minggu (21/4) pukul 10.00 WIB. Mereka izin hendak mendaki Gunung Penanggungan tektok atau tanpa camping.

“Rencana mereka memang tektokan, setelah sampai puncak akan langsung balik turun,” kata dia.

Tetapi, ketika hendak turun dari puncak, keduanya tersesat. Mereka mengaku tersesat karena adanya kabut tebal akibat dari hujan yang turun. Hal tersebut membuat mereka tersesat dan keluar dari jalur yang seharusnya. Yakni seharusnya mereka turun ke jalur utara atau Kunjorowesi tetapi malah ke timur.

“Sekitar pukul 19.00 WIB mereka tersesat ke timur yakni wilayah Wonosunyo, Pasuruan. Mereka lalu lapor ke 112,” imbuh Fatkur.

Saat tiba di padang sabana pada ketinggian 1.300 mdpl, keduanya langsung menghentikan langkah dan menunggu dievakuasi oleh tim SAR gabungan. BPBD Pasuruan yang telah mendapatkan informasi lokasi dari kedua pendaki itu lalu meneruskannya kepada tim SAR gabungan yang ada di lapangan.

“BPBD Pasuruan langsung meneruskan info ke kami yang ada di wilayah terdekat. Lalu kami arahkan para pendaki itu untuk menunggu di titik itu sebelum baterai HP keduanya habis,” ungkapnya.

Mendapatkan informasi lokasi itu, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Surabaya, BPBD Pasuruan dan Mojokerto, TNI/Polri, SAR Penanggungan, Galena Rescue, LPBI NU Mojokerto, serta warga setempat langsung bergegas menuju titik koordinat lokasi kedua pendaki yang tersesat itu.

“Sekitar pukul 00.00 WIB kita berhasil bertemu dengan kedua pendaki itu. Alhamdulillah mereka selamat dan tidak cedera,” tuturnya.

Kondisi saat itu sudah malam dan pendaki bernama Saiful sudah dalam kondisi lemas karena kelelahan. Selain itu, perbekalan dan air minum keduanya sudah habis. Meskipun demikian, keduanya tidak sampai mengalami hipotermia. Sehingga pada saat dilakukan evakuasi harus dengan cara digendong oleh tim SAR.

Tim sar baru berhasil mengevakuasi keduanya dan tiba di Pos Kunjorowesi pada pukul 02.30 WIB. Karena kedua pendaki itu kondisinya cukup baik, maka keduanya lalu diserahkan kepada pihak keluarga setelah mendapatkan pertolongan pertama.

“Nggak sampai dibawa ke rumah sakit, kondisinya tidak parah. Di pos sudah ditunggu keluarganya, mereka tetangga rumah,” pungkasnya.***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore