
Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali sidak banjir di Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, Sabtu (17/2) malam.
JawaPos.com–Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berencana merelokasi SMPN 2 Tanggulangin. Pasalnya, sekolah menengah pertama di Desa Kedungbanteng tersebut selalu banjir saat musim hujan.
Berbagai solusi seperti peninggian kelas, peninggian halaman hingga betonisasi jalan sudah ditempuh. Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali mengatakan, alternatif relokasi sekolah itu merupakan yang terbaik bagi pihak guru maupun siswa agar proses belajar mengajar tetap berjalan normal.
”Segala cara sudah kami tempuh namun tak kunjung usai mengatasi banjir tiap tahun yang menimpa SMPN 2 Tanggulangin ini. Sehingga kami segera relokasi sekolah ini dalam waktu dekat,” kata Gus Muhdlor saat sidak banjir di Kedungbanteng Kecamatan Tanggulangin, Sabtu (17/2) malam.
Terkait relokasi, lanjut Gus Muhdlor sapaan akrab Bupati Sidoarjo, sebelum diputuskan akan dibicarakan secara matang berbagai pihak. Mulai dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Camat Tanggulangin, pihak sekolah, dan komite sekolah.
”Kami akan berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk dipindah di mana, yang jelas tempat yang tidak langganan banjir seperti saat ini,” ucap Ahmad Muhdlor Ali.
Gus Muhdlor juga menyebut untuk tempat ini harus benar-benar didiskusikan dengan baik sesuai kesepakatan bersama.
”Tempatnya kemungkinan tetap mewakili sisi timur Tanggulangin dengan dataran yang agak tinggi supaya tidak banjir lagi seperti saat ini,” ucap Ahmad Muhdlor Ali.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Sidoarjo Tirto Adi mengatakan, kebijakan relokasi tersebut merupakan kebijakan jangka panjang. Pihaknya siap menjalankan.
”Kami siap menjalankan relokasi SMPN 2 Tanggulangin ini,” ujar Tirto Adi.
Tirto menambahkan, pada proses relokasi sekolah seluruh pihak terkait akan melakukan pengkajian atau melakukan FS (feasibility study).
”Pengkajian ini meliputi lokasi, sumber daya manusia (SDM), dan sebagainya,” jelas Tirto Adi.
Khusus SMPN 2 Tanggulangin, lanjut Tirto, jika akan direlokasi tetap harus bisa meng-cover tiga hingga lima desa yang saat ini masih berlaku.
”Upaya ini harus dipikirkan baik-baik untuk meng-cover pemerataan pendidikan di Kabupaten Sidoarjo,” ucap Tirto Adi.
Namun, Tirto menyebut solusi jangka pendek yang tengah ditempuh adalah peninggian ruang kelas. Sebab, ada enam ruang kelas yang masih tergenang.
”Saat ini kami juga memberikan bantuan sepatu karet sebanyak 1.000 pasang. Jadi, walaupun banjir proses pembelajaran tetap berjalan,” terang Tirto Adi.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
