Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 7 Februari 2024 | 01.04 WIB

Atap XXI Pakuwon City Mal Surabaya Jebol, Ada Korban Jiwa?

Atap XXI di Pakuwon City Mal Surabaya jebol pada Selasa sore (6/2) - Image

Atap XXI di Pakuwon City Mal Surabaya jebol pada Selasa sore (6/2)

JawaPos.com–Insiden atap XXI di Pakuwon City Mal Surabaya jebol pada Selasa sore (6/2) menjadi sorotan. Insiden tersebut direkam dan diunggah oleh akun Instagram @aslisuroboyo. Polsek Mulyorejo Surabaya angkat bicara.

Kapolsek Mulyorejo Kompol Sugeng R mengatakan, akibat insiden itu dipastikan tidak ada korban jiwa. Hanya, lanjut dia, ada kerugian materiil. Dia belum bisa memastikan berapa kerugian materiil yang ditanggung. “Semua masih dibenahi. Tidak ada korban jiwa dalam insiden atap jebol di XXI Pakuwon City Mal Surabaya sore ini,” terangnya saat dihubungi JawaPos.com.

Sugen menyebutkan, saat ini, untuk sementara waktu operasional XXI di Pakuwon City Mal Surabaya tutup. Sebab, lanjut dia, manajemen masih melakukan perbaikan. “Untuk sementara waktu ini, jam operasional XXI Pakuwon City Mal Surabaya tutup dulu,” tambahnya.

Sebelumnya, hujan deras mengguyur Surabaya sejak pukul 16.10. Seluruh Kawasan Surabaya gelap gulita. Termasuk di bagian perbatasan, Surabaya Barat dan Timur. Akibat hujan deras itu, atap dari XXI Pakuwon City Mal Surabaya jebol.

Insiden itu sempat diunggah di akun Instagram @aslisuroboyo. Di dalam video itu terlihat atap di bagian lobi XXI Pakuwon City Mal Surabaya jebol. Airpun merembes hingga menggenang. Atap dari lobi pun tampak menganga.

Sebagian plafon yang tersisa tampak melayang karena masih menempel. Salah satu pengguna Instagram dengan @dyahmulyadi menyampaikan bahwa area ITS – Mulyorejo diguyur hujan deras serta petir yang menggelegar. “Daerah ITS deress banget,” ucapnya.

Direksi PT Pakuwon (group dari Pakuwon City Mal Surabaya) Sutandi Purnomosidi mengatakan, saat ini, manajemen sedang melakukan pengondisian. Dia menyebutkan, kejadiannya baru saja terjadi. “Kami masih tangani,” ujarnya.

Prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya Ady Hermanto mengatakan, kondisi cuaca pada 5 Februari memang salah satunya disebabkan akibat adanya daerah pertemuan angin atau konvergensi yang tepat berada di sekitar Jawa Timur. Sehingga menyebabkan pertumbuhan awan konvektif cukup signifikan.

“Terlebih lagi saat ini memasuki masa puncak musim hujan di bulan Februari ini,” terang Prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya Ady saat dikonfirmasi JawaPos.com.

Dalam sepekan mendatang, lanjut Ady, masih ada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Namun, lanjut dia, intensitasnya sedikit menurun. “Kami imbau untuk tidak berteduh di bawah pohon juga ketika hujan deras,” terangnya. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore