
Gedung RSUD Sidoarjo Barat.
JawaPos.com–Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidoarjo Barat di Kecamatan Krian mendadak alami lonjakan jumlah pasien. Lonjakan pasien terjadi baik untuk antrean kontrol rutin maupun rawat inap.
Dilansir dari Radar Sidoarjo (Jawa Pos Group) Direktur RSUD Sidoarjo Barat dr. Abdillah Segaf Al Hadad menyampaikan, lonjakan pasien itu akibat putusnya hubungan kerja sama antara BPJS Kesehatan dengan Rumah Sakit (RS) Anwar Medika sejak awal Januari.
Hal itu membuat pasien BPJS memilih RSUD Sidoarjo Barat sebagai tempat berobat. Lonjakan pasien sudah mulai terasa sejak akhir Desember 2023.
Lonjakan pasien itu membuat RSUD Sidoarjo Barat harus menerapkan kebijakan baru. Salah satunya pasien rawat inap yang kondisinya masih memungkinkan rawat jalan atau yang kondisinya sudah mulai membaik dipersilakan untuk pulang.
”Kebijakan itu diterapkan agar pasien yang lain bisa mendapatkan kamar, tetapi sebisa mungkin pasien yang datang tetap kami layani dengan baik,” ucap Abdillah Segaf Al Hadad.
Lonjakan pasien itu, menurut dia bisa dilihat dari pasien yang masuk ruang operasi. Biasanya hanya 20 pasien, saat ini bisa mencapai 40 pasien dalam sehari. Lonjakan pasien didominasi penderita penyakit jantung dan saraf.
”Kami sampai menggunakan ruang manajemen sebagai ruang rawat inap pasien. Sementara ruang manajemen pindah ke gedung belakang yang baru selesai dibangun,” papar Abdillah Segaf Al Hadad.
Selain kekurangan ruang rawat inap, pihaknya juga membutuhkan tenaga medis. Abdillah Segaf Al Hadad menyatakan, sudah meminta bantuan pada beberapa perguruan tinggi untuk mengirimkan dokter spesialis agar diperbantukan sebagai dokter tamu.
”Karena jika menunggu dokter spesialis dengan status Aparatur Sipil Negara (ASN) membutuhkan waktu lama. Begitu juga dengan jumlah tenaga perawat kesehatan, yang saat ini sedang dibutuhkan,” papar Abdillah Segaf Al Hadad.
Dia menyampaikan, perawat kesehatan yang telah direkrut dari pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) masih belum cukup. Pihaknya juga telah melaporkan terkait kurangnya jumlah perawat ke Bupati Sidoarjo.
”Sudah dilaporkan ke bupati terkait permasalahan kurangnya tenaga medis ini. Dalam waktu dekat akan dibahas dengan Asisten 1 Sekretariat Daerah (Setda) Pemerintah Kabupaten Sidoarjo,” ucap Abdillah Segaf Al Hadad.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
