Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 24 Mei 2026 | 18.30 WIB

Paparan Darah 10 Kali Lebih Berisiko, Tenaga Medis Perlu Perlindungan Ekstra

Ilustrasi pentingnya perlindungan kepada tenaga medis. (Pinterest) - Image

Ilustrasi pentingnya perlindungan kepada tenaga medis. (Pinterest)

JawaPos.com - Perlindungan tenaga kesehatan dari risiko paparan darah selama prosedur medis menjadi perhatian penting di tengah tingginya potensi penularan infeksi di fasilitas layanan kesehatan.

Paparan darah akibat tertusuk jarum atau penggunaan alat medis yang tidak aman masih menjadi ancaman serius bagi dokter, perawat, maupun tenaga medis lainnya dalam menjalankan tugas sehari-hari.

Kehadiran teknologi dengan fitur perlindungan tambahan diharapkan mampu meminimalkan risiko cedera dan paparan darah, sekaligus meningkatkan standar keamanan dalam prosedur medis di berbagai fasilitas kesehatan.

Paparan darah masih menjadi salah satu risiko terbesar yang dihadapi tenaga medis dalam aktivitas sehari-hari, terutama saat pemasangan kateter IV. Berdasarkan tinjauan sistematis klinis Fereidouni et al. (2018), risiko paparan darah dalam prosedur pemasangan kateter intravena disebut bisa mencapai 10 kali lebih tinggi dibanding cedera akibat tertusuk jarum.

dr. Masfuri, Ketua Perkumpulan Seminar Akses Intravena Indonesia (INA-PERSAI), menilai penggunaan teknologi closed system pada kateter IV semakin penting dalam mendukung keselamatan tenaga medis dan pasien.

"Kemajuan teknologi pada kateter IV menjadi standar baru untuk memberikan keamanan tambahan bagi tenaga kesehatan dari paparan darah serta mengurangi risiko penyebaran patogen kepada pasien. Hal ini berdampak signifikan pada kepuasan dan kenyamanan pasien," ungkapnya dalam diskusi ilmiah “urgensi perlindungan tenaga kesehatan menjadi sorotan utama” di Jakarta, dikutip Minggu (24/5).

Selaras dengan ini, perusahaan teknologi medis asal Jerman, B. Braun diketahui memiliki sistem kontrol darah terbaru yang dirancang untuk membantu menciptakan prosedur medis yang lebih aman bagi tenaga kesehatan maupun pasien dalam bentuk Introcan Safety 3 (IS3).

Hal ini merupakan inovasi terbaru kateter intravena (IV) yang dirancang untuk meningkatkan perlindungan tenaga kesehatan dari risiko paparan darah selama prosedur medis.

Sekaligus sebagai solusi keselamatan kerja di fasilitas kesehatan melalui teknologi blood control septum yang mendukung konsep zero blood exposure atau meminimalkan kontak darah yang terlihat selama tindakan klinis.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore