Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama istri Rini Indriyani dan Sekda Ikhsan berfoto bersam sejumlah penerima bantuan gerobak rombong di halaman Balai Kota Surabaya./(FOTO: SURYANTO/RADAR SUR
JawaPos.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus menunjukkan komitmennya dalam peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan para keluarga miskin (gamis) yang tersebar di wilayahnya.
Dilansir Radar Surabaya (JawaPos Grup), pada Selasa (16/1), sejumlah modal unit usaha yang ditujukan untuk gamis pun telah dialokasikan oleh Pemkot Surabaya.
Di antaranya, rombong, mesin jahit, hingga peralatan dan barang toko kelontong.
Menurut Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, hingga saat ini telah ada total penerima bantuan sebanyak 35 orang.
“Pemkot sebelumnya juga sudah memberikan intervensi ke mereka,” ujarnya, Senin (15/1), seperti yang dikutip Radar Surabaya (JawaPos Grup), pada Selasa (16/1).
Diketahui, sejak Eri menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Kota (Bappeko) Surabaya, warga yang tergabung dalam kelompok masyarakat (pokmas) yang bertugas memasak dan petugas pengirim (pertukir) adalah keluarga miskin.
Sebelumnya, Pemkot Surabaya pun telah memberikan pelatihan memasak bagi pokmas tersebut. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan para warga yang bertugas memasak untuk program permakanan.
“Ini namanya padat karya dalam bidang permakanan. Dalam kenyataannya memang tidak hanya keluarga miskin. Tetapi seharusnya yang diutamakan adalah kelompok masyarakat dari keluarga miskin dulu,” katanya, seperti yang dikutip Radar Surabaya (JawaPos Grup), pada Selasa (16/1).
Dari segala upaya yang telah dilakukan itu, pria yang akrab dengan panggilan Cak Eri ini berharap agar pemberian bantuan itu dapat berdampak positif pada gamis.
Sehingga, outputnya dapat meningkatkan kualitas hidup mereka dan juga melatih mereka menjadi mandiri.
“Setelah mendapat bantuan, maka berapa pendapatan mereka? Karena kalau dia memiliki anak, bisa ikut bekerja lewat program padat karya. Bahkan, ada orang tua dan anaknya ikut padat karya dan total pendapatan mereka dalam satu keluarga sudah mencapai Rp 10 juta,” terangnya.
Di tengah komitmennya dalam pengentasan kemiskinan dan pengangguran itu, Cak Eri mengatakan bahwa Pemkot Surabaya telah mengantongi data lengkap gamis seperti alamat, profesi pekerjaan, dan jumlah pendapatan yang diperoleh setiap bulannya.
Hal tersebut harus diketahui, agar pemetaan program gamis dapat tepat sasaran.
Disisi lain, Cak Eri pun mengungkap program tersebut tak selamanya mulus.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
