Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 13 Januari 2024 | 17.25 WIB

Perkuat Wisata di Kutho Lawas Surabaya, Taman Sejarah Direvitalisasi Total

Taman sejarah direvitalisasi total oleh Pemkot Surabaya

JawaPos.com - Taman sejarah direvitalisasi total oleh Pemkot Surabaya. Hal ini dilakukan untuk memperkuat wisata di Kutho Lawas Surabaya.

Bangunan Taman Sejarah yang sudah berdiri sejak 1748 itu tak hanya dipercantik saja, namun juga ditambah dengan beberapa kelengkapan penunjang lainnya.

Kabid Bangunan Gedung DPRKPP Kota Surabaya Iman Krestian Mahardono mengatakan, pihaknya akan melengkapi Taman Sejarah itu dengan Tourist Information Center (TIC). Sehingga, pengunjung bisa mendapatkan informasi destinasi heritage lain di sekitarnya.

Menurut dia, TIC memiliki fungsi penting. Yaitu sarana sosialisasi program Kutho Lawas. Keberadaannya bisa memberikan gambaran kepada pengunjung terkait bangunan heritage di sekitarnya.

"Misalnya ada Penjara Kalisosok dan Museum De Javasche Bank. Nanti ada penjelasan informasi soal cagar budaya ini," terang Iman.

Iman menjelaskan, tujuan revitalisasi taman memang bukan hanya memperindah. Pemkot pun berupaya mengampanyekan potensi wisata heritage yang lain. Sehingga menjadi daya tarik kuat bagi wisatawan.

"Selain itu, untuk memudahkan menjangkau lokasi-lokasi destinasi. Rencananya akan disediakan transportasi sepeda dan becak hias," ungkapnya

Selain TIC, Dia mengatakan, ada beberapa ruangan yang dibangun. Tempat tersebut diproyeksikan untuk kantor DLH hingga coffee shop atau library. Bagian atasnya akan difungsikan sebagai dek bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana sungai.

"Fokusnya saat ini memang area belakang," ucapnya.

Dia menyampaikan, dek di atas TIC disediakan dalam rangka memaksimalkan bangunan. Terlebih, lokasinya menghadap ke arah Sungai Kalimas yang punya nilai sejarah. Sehingga, nantinya akan ada kafe berkonsep outdoor.

"Nantinya juga ada kafe berkonsep outdoor di sana," tegasnya.

Sementara untuk desain warnanya, Iman menuturkan, pihaknya sengaja memilih cat terakota. Tujuannya agar terkesan natural. Warna itu menurutnya juga memiliki kesan yang adem dan tidak mudah kotor. "Tidak cepat kotor dari sebelumnya berwarna putih," ungkapnya.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore