Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 29 Desember 2023 | 02.18 WIB

Tuntaskan 504 Rumah, Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali Bakal Perbanyak Rehab Rumah Tidak Layak Huni di 2024

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali resmikan rumah layak huni di RT 1 RW 1, Kamis (28/12). - Image

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali resmikan rumah layak huni di RT 1 RW 1, Kamis (28/12).

JawaPos.com–Sebanyak 504 rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Sidoarjo terima bantuan rehab rumah. Program rehab rumah tersebut selain dari anggaran Pemkab Sidoarjo juga datang dari program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta program pembangunan rumah tinggal layak huni (Rutilahu) Provinsi Jawa Timur bersama Kodam V Brawijaya.

504 RTLH tersebut tersebar di 18 kecamatan di Kabupaten Sidoarjo. Salah satunya di Desa Keboharan, Kecamatan Krian. Terdapat dua unit RTLH di Desa Keboharan yang selesai direhab menjadi rumah layak huni (RLH).

Rumah tersebut milik Andrik Sukisno dan Sumarto di RT 1 RW 1. Dua unit RLH tersebut diresmikan Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali, Kamis (28/12). Peresmiannya sekaligus dibarengi dengan program pemasangan sejuta biopori di Desa Keboharan, Kecamatan Krian.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali atau yang akrab dipanggil Gus Muhdlor itu menyampaikan, program bedah rumah menjadi salah satu komitmen pemkab dalam membantu masyarakat agar memiliki rumah layak huni. Program bedah rumah melibatkan lintas sektor. Selain dilakukan Pemkab Sidoarjo, juga datang dari Provinsi Jawa Timur dan Kementerian PUPR.

”Program RTLH ini secara kontinuitas, secara aspek holistik integratif tematik dan sapasial (HITS) sesuai yang dicanangkan Bappenas ini berjalan dengan baik. Kolaboratif dan sinergi bersama-sama, di antaranya dengan Kodim Sidoarjo, termasuk juga Baznas Sidoarjo,” ucap Ahmad Muhdlor Ali.

Gus Muhdlor mengatakan, saat ini masih ada 1.300 unit RTLH yang masih membutuhkan bantuan. Dibutuhkan sinergi stakeholder untuk menuntaskan. Dia yakin jumlah tersebut akan terkikis habis. Tidak ada lagi warga Sidoarjo yang menempati RTLH.

”Harapan kami semua stakeholder bersatu padu karena masih ada 1.300 rumah dengan kerusakan yang beragam, dengan tingkat kelayakannya beragam,” terang Ahmad Muhdlor Ali.

Gus Muhdlor mengusahakan, program bedah rumah dapat terlaksana setiap tahun. Pasalnya program tersebut menjadi salah satu program prioritas dalam menyejahterakan warga. Bahkan sasaran penerima manfaatnya akan coba ditingkatkan jumlahnya.

”Setiap tahun kami usahakan program ini ada karena merupakan salah satu program prioritas kami. Bahkan, sasaran penerima manfaatnya akan coba kami tingkatkan jumlahnya,” ucap Ahmad Muhdlor Ali.

Dalam program bedah rumah RTLH itu, Pemkab Sidoarjo menetapkan beberapa kriteria kondisi rumah yang berhak mendapatkan bantuan. Di antaranya bangunan rumah lokal atau tradisional, fondasi rumah sudah rusak sebagian atau keseluruhan, tembok rusak atau tidak standar (belum diplester) serta struktur atapnya rusak sebagian atau keseluruhan.

Selain itu, dilihat dari kondisi penutup atap rumah rusak, lantai minimal rusak sebagian atau belum keramik serta sanitasi belum layak (tidak punya WC) dan ventilasi kurang memadai. Nanti perbaikan itu dilakukan. Mulai dari perbaikan fondasi, atap, dinding, jendela, ventilasi, MCK, tangki septik. Selain itu perbaikan penutup atap, dinding terluar serta lantai terluas.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore