Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 Desember 2023 | 01.10 WIB

Proyek Underpass Penghubung Terminal Joyoboyo-KBS Diundur Tahun Depan, Lelang Kontraktor Jadi Penyebabnya

Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) bakal dihubungkan dengan Kebun Binatang Surabaya (KBS) lewat terowongan bawah tanah. (Suryanto/Radar Surabaya) - Image

Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) bakal dihubungkan dengan Kebun Binatang Surabaya (KBS) lewat terowongan bawah tanah. (Suryanto/Radar Surabaya)

JawaPos.com – Proyek pembangunan underpass yang menghubungkan antara Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) dengan Kebun Binatang Surabaya (KBS) sebelumnya ditargetkan akan tuntas pada akhir tahun 2023 ini ternyata molor.

Namun, proyek tersebut tampaknya harus diundur karena belum ada kontraktor yang memenangkan lelang. Sehingga, pengerjaan proyek terowongan bawah itu dipastikan mundur tahun depan.

Dilansir dari Radar Surabaya (Jawa Pos Group), Rabu (13/12), Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengungkap bahwa pemerintah kota mengundur pengerjaanya karena akan melakukan lelang ulang pada tahun depan.

Selasa (12/12) Cak Eri, nama sapaan akrab Wali Kota Pahlawan itu menyebut jika kemarin pihaknya telah melakukan lelang, namun masih belum memperoleh hasil.

Menurutnya, perlu untuk menemukan kontraktor secepatnya guna mengerjakan proyek tersebut. Cak Eri, lalu memastikan bahwa tahapan lelang akan dilakukan ulang pada Januari 2024 mendatang.

"Tidak ada yang menang kemarin. Sehingga, nanti kami lelang lagi di awal tahun,” ungkapnya.

Eri Cahyadi menyebut bahwa sebelumnya lelang telah dilakukan sebanyak dua kali. Namun belum ada yang menang. Menurutnya hal tersebut disebabkan oleh tingginya harga material barang proyek pada periode itu.

"Pada saat lelang itu dibuka, harga bahan-bahan lagi tinggi-tingginya. Jadi mau nawar merinding, takut rugi. Kami sudah menyesuaikan harga di tahun 2024. Insya Allah, tahun 2024 di bulan Januari, lelang dan akan selesai," tegasnya.

Sementara itu, pembangunan Proyek TIJ-KBS tersebut sebenarnya telah lama direncanakan. Bahkan sudah dimulai sejak tahun 2020 dan ditargetkan selesai pada tahun 2023 ini.

Namun sayangnya, pembangunan proyek itu lagi-lagi belum bisa terealisasi tahun ini. Meskipun anggaran sudah siap.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Tundjung Iswandaru  terowongan bawah tanah (underpass) itu nantinya bakal berdampak positif bagi Kota Surabaya, yakni bisa mengurangi kemacetan di jalan raya, sekaligus menjadi daya tarik wisatawan.

Sementara, pengerjaan proyek itu sendiri Pemkot disebut telah menggelontorkan dana yang sangat fantastis yakni sekitar Rp 25 miliar untuk 150 meternya. Anggaran tersebut masih akan dihitung lagi agar tidak sampai kurang, karena akan banyak pengerjaan utilitas di bawahnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore