
UMK. (Dimas Pradipta/JawaPos.com)
JawaPos.com – Pembahasan upah minimum kabupaten (UMK) Sidoarjo tahun 2024 masih berlangsung. Buruh ingin ada kenaikan 15 persen, sedangkan pengusaha ingin sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 51 Tahun 2023 tentang Pengupahan.
Ketua Sarikat Buruh Muslim Indonesia (Sarbumusi) Sidoarjo Ahmad Yani menyatakan, pihaknya menginginkan UMK tahun depan naik 15 persen dari UMK di Sidoarjo saat ini sebesar Rp 4,518 juta.
Dengan begitu, UMK 2024 diusulkan berada di angka Rp 5.196.369. ’’Namun yang diusulkan oleh dinas yang mana masih belum fix,’’ kata Yani.
Dia menyebut para buruh keberatan jika yang menjadi dasar hitungan adalah PP 51 Tahun 2023. Sebab, kenaikannya kecil. ’’Bagi kami, yang penting tidak PP 51 Tahun 2023 dan bisa mengambil diskresi yang bagus. Untuk nilainya kami juga masih saling koordinasi,’’ ujarnya.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sidoarjo Sukiyanto menyebut usulan dari pengusaha sesuai PP Nomor 51. Nilai kenaikannya dilihat dari inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan indeks tertentu.
Menurutnya, PP tersebut sudah ideal. Ada tiga nilai UMK yang menurutnya ideal jika berdasar PP tersebut. Yakni, UMK naik sekitar Rp 34 ribu, naik Rp 68 ribu, dan naik Rp 102 ribu.
Apindo mengusulkan kenaikan terendah. Yakni, UMK 2024 Sidoarjo menjadi Rp 4.552.607. ’’Kalau pengusaha mengusulkannya yang terendah. Karena bagi kami berat,’’ ungkapnya.
Namun, pihaknya mengaku akan menaati aturan pemerintah begitu nilai UMK ditetapkan. ’’Saat ini, karena masih pembahasan, kami memberikan usulan. Begitu nantinya ditetapkan, kami taat,’’ ucapnya.
Sukiyanto menyebut maksimal 27 November mendatang usulan nilai UMK di Sidoarjo sudah harus disampaikan ke gubernur Jawa Timur. Nantinya gubernur yang memutuskan.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Sidoarjo Ainun Amalia mengungkapkan, nominal yang akan diusulkan belum pasti. ’’Masih belum nominalnya,’’ katanya.
Sebab, sampai saat ini pembahasan UMK masih dilakukan. Menurut dia, sepanjang pemerintah pijakannya PP 51 Tahun 2023, itu yang menjadi dasar hitungannya. (uzi/c17/any)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
