
Suasana bangunan dan Hitech Mall di Jalan Kusuma Bangsa, Surabaya.
JawaPos.com - Proyek revitalisasi atau pembangunan kembali dua ikon wisata Kota Surabaya, yakni Taman Hiburan Rakyat (THR) dan Taman Remaja Surabaya (TRS) sudah memasuki tahap finalisasi. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi meminta agar tarifnya bisa dijangkau semua kalangan.
Diketahui, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi serta Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memang berniat untuk menghidupkan kembali dua ikon Kota Surabaya itu, yakni kompleks Taman Hiburan Rakyat dan Taman Remaja Surabaya.
Dirinya berkeinginan Kota Surabaya memiliki tempat hiburan yang bisa jadi jujukan warga, namun tarifnya bisa dijangkau semua kalangan. Sedianya, dua ikon Surabaya tersebut akan dijadikan pusat kesenian dan wahana wisata murah keluarga.
Sebelumnya, Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu mengungkapkan bahwa konsep pembangunan kembali TRS dan THR ke depannya akan lebih banyak ruang terbuka, seperti plaza dan pertunjukan kesenian.
”Konsepnya adalah plaza terbuka yang bisa menampilkan seni dan ludruk. Juga nanti ada tempat-tempat yang mengenang ludruk zaman dulu dan tempat keluarga. Jadi banyak tempat terbukanya untuk plaza, penampilan seni,” kata Eri seperti yang dikutip dari Radar Surabaya (Jawa Pos Group) pada Jumat (24/11).
Cak Eri, sapaan akrab Eri Cahyadi, juga meminta agar investor dan pengelola TRS dan THR agar tidak mematok tarif mahal kepada pengunjung. Dirinya meminta harga tiket masuk (HTM) maksimal Rp 25 ribu, ini sudah menjadi komitmennya dalam menyediakan wisata murah untuk keluarga di Surabaya.
"Saya minta Taman Remaja Surabaya ini tiket masuknya maksimal Rp 25 ribu. Kalau dia (pengunjung) mau bermain lagi, silakan bayar. Tapi masuk, menikmati ada plaza terbuka, itu Rp 25 ribu. Saya ingin ada wisata murah di Surabaya," jelasnya.
Kini, diketahui proses pembangunan kembali atau revitalisasi Taman Hiburan Rakyat dan Taman Remaja Surabaya yang ada di jalan Wijaya Kusuma, Kota Surabaya sudah memasuki tahap finalisasi, yaitu menyelesaikan dokumen dan syarat pendukung.
Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Aning Rahmawati mengungkapkan bahwa proyek revitalisasi tersebut telah disepakati oleh investor yang berasal dari Jogjakarta.
"Investor sudah deal dengan Pemkot Surabaya untuk memulai pembangunan kembali dua ikon Surabaya ini," ungkap Aning, seperti yang dikutip dari Radar Surabaya, Jumat (24/11).
Aning juga mengatakan bahwa dalam prosesnya, kedua belah pihak telah menyetujui beberapa poin, seperti mengenai harga dan sewa kedua aset Surabaya tersebut.
"Mereka (investor) juga sudah sepakat dengan nilai kontrak," terangnya.
Kata Aning, kini progresnya sudah masuk tahap finalisasi dokumen pendukung, sebab Pemkot Surabaya selalu menggandeng jajaran samping guna mengawal tiap proyek.
"Saya berharap semua proses tidak melamban. Kepastian hukum perlu tetapi percepatan investasi juga ditunggu. Iklim investasi harus didukung, apalagi akan menyerap tenaga kerja," pungkasnya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
