
DIRAWAT NAKES: Dokter Gita Syahputri menyeka wajah bayi yang dia temukan di Jalan Manyar Tirtoyoso Jumat (10/11) lalu. Untuk sementara, dia merawat bayi itu.
JawaPos.com – Pencarian orang tua yang diduga meninggalkan bayinya di dalam kardus di Jalan Manyar Tirtoyoso Jumat (10/11) lalu menemui sejumlah kendala. Sebab, mayoritas CCTV yang diperiksa polisi tidak menyorot langsung lokasi tempat bayi diletakkan.
Kapolsek Mulyorejo Kompol Sugeng Riyanto menjelaskan, penyidik telah memeriksa sejumlah CCTV. Mulai kamera pengintai yang ada di minimarket hingga beberapa CCTV di sekitar toko modern tersebut.
”Tapi, mayoritas tidak menyorot langsung, jadi masih kami dalami lagi,” kata Sugeng kemarin (13/11).
Kunci untuk mengungkap kasus dugaan pembuangan bayi itu bergantung pada CCTV. Rekaman kamera tersebut bisa menunjukkan wajah pelaku yang meletakkan bayi di dalam kardus hingga cara pelaku membawa bayi itu.
Apakah mengendarai sepeda motor atau berjalan kaki. ”Kalau saksi tiga orang itu tahunya kardus berisi bayi sudah ada di belakang mobil,” paparnya.
Proses penyelidikan kasus dugaan pembuangan bayi itu juga melibatkan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya serta OPD Pemkot Surabaya. ”Ya, semoga segera menemukan titik terang,” paparnya.
Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya AKP Rina Shanti Nainggolan mengatakan, pihaknya telah bertemu DP3APPKB Surabaya dan penemu bayi laki-laki tersebut, yaitu dr Gita Syahputri dan perawat, Stefany. Polrestabes akan membantu pengungkapan kasus itu.
”Rencananya, bayi dititipkan ke provinsi, tapi harus koordinasi dulu karena lokasi selter di Sidoarjo,” jelasnya.
Untuk sementara waktu, bayi itu masih dirawat dokter yang menemukannya. ”Sampai semuanya selesai. Apabila ada temuan, bakal kami dalami lagi,” ucap Rina.
Terpisah, Kepala Puskesmas Mulyorejo dr Erna Mindarti mengatakan, bayi itu dirawat dr Gita Syahputri yang berdinas di Puskesmas Mulyorejo. Saat ini kondisi bayi itu sehat.
”Kesehatan bayi diperiksa secara berkala. Pemantauan dan mungkin juga imunisasi,” kata Erna.
Erna juga sudah berkoordinasi dengan dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak serta pengendalian penduduk dan keluarga berencana (DP3APPKB) dan dinas kesehatan (dinkes).
Menurut Erna, saat ditemukan, bayi itu diletakkan di dalam kardus. Di dalam kardus juga ditemukan pakaian hingga susu formula.
Sementara itu, Kepala DP3APPKB Surabaya Ida Widayati tengah membuat berita acara tentang penyerahan bayi. Rencananya, bayi tersebut diserahkan ke Dinsos Surabaya.
”Dari Dinsos Surabaya diserahterimakan ke Dinsos Provinsi Jatim,” ujarnya.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
