
AKSES PERBATASAN: Potret lalu lintas di Jalan Raya Wiyung–Menganti kemarin (1/11). Pelebaran jalan di wilayah perbatasan ditargetkan rampung pada 2027.
JawaPos.com – Pemkot Surabaya akan melebarkan Jalan Raya Menganti, Lidah Wetan. Sebab, pada jam-jam sibuk, akses itu sering macet. Total kebutuhan anggaran untuk proyek tersebut mencapai Rp 50 miliar.
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya Adi Gunita mengatakan, sebelum pelebaran jalan dimulai, pihaknya akan membebaskan lahan terlebih dahulu. Saat ini proses pembebasan lahan masih berlangsung. Targetnya, ganti rugi akan dibayarkan pada triwulan pertama tahun depan.
Pada tahap awal, DSDABM Surabaya akan membebaskan lahan dari simpang empat Babatan Unesa hingga Puskesmas Lidah Kulon. Seusai pembelian lahan rampung, dilanjutkan pembangunan. ”Total panjangnya 1,4 kilometer,” papar Adi.
DSDABM menargetkan pembangunan jalan sepanjang 1,4 kilometer tersebut rampung dalam waktu enam bulan. Akses dilebarkan hingga 20 meter. Itu sudah termasuk jalur pedestrian. ”Pelebaran dimulai selepas Lebaran 2024,” ucap Adi.
Tahun depan pembebasan lahan untuk segmen kedua dilanjutkan. Panjangnya 800 meter. Dimulai dari Puskesmas Lidah Kulon hingga pertigaan Bangkingan. Sehingga, total panjang jalan yang dilebarkan mencapai 2,2 kilometer.
Pada bagian lain, Sekretaris DSDABM Surabaya Dwi Djajawardana menjelaskan, tahun depan pihaknya memang berfokus pada pembangunan infrastruktur di wilayah barat. Khususnya akses di perbatasan.
Wilayah Lakarsantri misalnya. Itu bertujuan memudahkan akses keluar-masuk Surabaya. ”Sekaligus mengurangi beban kendaraan yang melintas di wilayah barat,” paparnya.
Sementara itu, Camat Lakarsantri Yongky Kuspriyanto Wibowo menuturkan, pelebaran Jalan Raya Menganti bisa mengurangi titik kepadatan. Di Jalan Raya Menganti–Lakarsantri, ada tiga titik kemacetan. ”Banyak yang berharap jalan dilebarkan agar tidak macet,” ujarnya.
Dalam proses pembebasan lahan, kata Yongky, kecamatan dan kelurahan hanya bertugas membantu menyosialisasikan dan menjembatani komunikasi warga dan DSDABM Surabaya. (ata/c6/aph)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
