Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 November 2023 | 23.32 WIB

Ingin Seperti Trans Jakarta, Dinas Perhubungan Jawa Timur Harapkan Bus Trans Jatim dikelola oleh BUMD

Bus Trans Jatim kii semakin diminati masyarakat, dan diusulkan untuk dikelola oleh BUMD. - Image

Bus Trans Jatim kii semakin diminati masyarakat, dan diusulkan untuk dikelola oleh BUMD.

 

JawaPos.com - Bus Trans Jatim kini menjadi primadona baru bagi masyarakat Surabaya, Mojokerto, serta Gresik karena memudahkan mereka untuk menjangkau kota-kota tersebut tanpa repot menggunakan kendaraan pribadi.

Melihat manfaat dan keuntungan yang bisa didapat dari bus Trans Jatim, Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur Nyono sepakat jika Bus Trans Jatim dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Karena berpotensi memberikan dividen bagi Pemprov Jawa Timur.

"Trans Jatim harus seperti Jaklingko di Jakarta. Dimana, BUMD ini bisa bekerja sama dengan pihak swasta. Sisi lain, tidak terlalu banyak menyedot APBD Jatim nantinya," ujar Nyono, Senin (6/11) seperti dikutip dari Radar Surabaya.
 
Nyono menambahkan,jika Trans Jatim dikelola BUMD, maka angka kecelakaan lalu lintas juga dapat ditekan.

"Saya tunggu sekali rencana ini (dikelola BUMD). Karena ini merupakan langkah untuk menekan angka kecelakaan," imbuhnya.

Sementara itu, anggota Komisi C DPRD Jatim Pranaya Yudha Mahardhika menyayangkan pengelolaan anggaran Bus Trans Jatim sejauh ini masih dari satu pos yang sama.
 
Baca Juga: Diresmikan Gubernur Jawa Timur, Pengguna Bus Trans Jatim Tetap Bisa Pantau lewat Aplikasi

"Artinya, bisa jadi kita memberikan target lebih atau pembukaan koridor baru pada Bus Trans Jatim ini akan menyedot anggaran di pos yang lainnya," ungkapnya.

Berdasarkan latar belakang itulah, politisi Partai Golkar ini mengusulkan agar sebaiknya Trans Jatim segera dikelola oleh BUMD.

"Jadi bus Trans Jatim seharusnya menjadi suatu badan terpisah yang memang tugasnya untuk mengelola teknisnya. Mengenai rute, koridor dan lainnya silahkan itu dikelola oleh Dishub Jatim. Tapi teknisnya mulai gaji sopir, peremajaan bus dan lainnya itu oleh BUMD," jelas Yudha.

Yudha juga menambahkan, jika Trans Jatim dikelola BUMD, maka bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk Pemprov Jatim. 
 
Meningkatnya minat masyarakat menggunakan bus Trans Jatim didasarkan pada load factor bus ini yang terus mengalami peningkatan.

Jika pada tahun 2022 load factor mencapai 105 persen, akan tetapi tahun 2023 load factor mencapai 115 persen.

"Keberadaan bus Trans Jatim baik koridor I, II dan III, ini akan mempermudah mobilitas bagi warga di wilayah Aglomerasi Surabaya," imbuh Khofifah.

Selain itu, Bus Trans Jatim Koridor II yang diresmikan 20 Agustus lalu, berhasil membantu menurunkan emisi gas buang di Jatim.

"Pemprov Jatim berkomitmen dengan adanya Trans Jatim ini membantu menurunkan polusi udara di koridor yang dilalui," pungkas Khofifah.
***
 
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore