
AKSES PERBATASAN: Potret lalu lintas di Jalan Raya Wiyung–Menganti kemarin (1/11). Pelebaran jalan di wilayah perbatasan ditargetkan rampung pada 2027.
JawaPos.com – Proyek pelebaran Jalan Wiyung–Lakarsantri dimulai tahun depan. Pembangunan akses itu dilakukan secara bertahap. Untuk tahapan awal, Pemkot Surabaya akan membebaskan lahan dari Wiyung hingga kawasan Lidah Kulon.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, pembangunan Jalan Wiyung–Lakarsantri berjalan dari dua sisi, arah keluar Surabaya dan masuk menuju Surabaya. Tahapan pembangunan akan dimulai pada tahun anggaran 2024.
Setelah pembebasan lahan rampung, jalan akan dilebarkan sampai sisi Lidah. Selanjutnya, proyek dicicil setiap tahun sampai Lakarsantri. ”Pada 2026 atau 2027 nanti sampai Gresik (perbatasan, Red). Itu yang ada di RPJMD (rencana pembangunan jangka menengah daerah) kami,” paparnya.
Menurut Eri, pelebaran Jalan Wiyung–Lakarsantri juga diikuti Pemkab Gresik. Pemkab Gresik akan melebarkan akses Menganti–Lakarsantri. Bahkan, informasinya akan lebih besar dari yang di Surabaya. ”Ini positif. Sebab, tidak ada lagi bottleneck atau penyempitan jalan,” ucap Eri.
Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo terus berkoordinasi dalam pembangunan. Itu dilakukan agar arah pembangunan berjalan sinkron. ”Sebab, Surabaya, Gresik, Sidoarjo saling bergantung. Pembangunan ini untuk memperlancar konektivitas,” papar Eri.
Antardaerah memang harus berkolaborasi untuk pembangunan jalan dan penyediaan transportasi publik. Tujuannya, memudahkan mobilitas masyarakat dari wilayah aglomerasi tersebut menuju dan keluar Surabaya. Oleh karena itu, simpul kemacetan antarwilayah perbatasan harus diselesaikan. ”Harapan kami tidak telat (pembangunannya, Red) Suroboyo,’’ ujar Eri.
Sementara itu, Kabid Jalan dan Jembatan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya Adi Gunita menyatakan, pembangunan Jalan Wiyung–Lakarsantri memang mendesak untuk segera diwujudkan.
Sebab, posisinya sebagai merupakan jalur arteri untuk kawasan Surabaya barat dan selatan. Kondisinya saat ini sudah padat. ”Bisa dilihat seperti di simpang Jalan Wiyung–Jalan Babatan Unesa, terjadi penumpukan kendaraan. Sehingga Jalan Raya Lidah Wetan perlu diperlebar,” katanya.
Tahun depan pemkot memprioritaskan pembangunan dan pembebasan lahan. Pembebasan lahan diupayakan tuntas sampai dengan Lakarsantri. Sedangkan pembangunan jalan dari titik Jalan Lidah Wetan sampai dengan Puskesmas Lidah Kulon.
Total panjang jalan mulai dari Jalan Lidah Wetan hingga perbatasan Surabaya mencapai 5 kilometer. Segmen pertama yang digarap sepanjang 1,4 kilometer. Anggarannya masih dalam tahap finalisasi. Sebab, saat ini masih pengajuan penentuan lokasi (penlok) ke Pemprov Jatim. ”Targetnya, segmen pertama dan pembebasan lahan tuntas tahun depan,” katanya.(gal/c6/aph)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
