Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 November 2023 | 18.19 WIB

Cuaca Panas dan Stok Menipis, Harga Cabai di Surabaya Naik Turun dan Bisa Berubah dalam Sekejap

FLUKTUATIF: Pedagang cabai Pasar Keputran Muniah sedang menimbang cabai di lapaknya kemarin (31/10). Harga cabai rawit di pasar masih tinggi, berkisar Rp 65.000 per kilogram. - Image

FLUKTUATIF: Pedagang cabai Pasar Keputran Muniah sedang menimbang cabai di lapaknya kemarin (31/10). Harga cabai rawit di pasar masih tinggi, berkisar Rp 65.000 per kilogram.

JawaPos.com – Harga bahan pokok (bapok) di pasar Surabaya belum stabil. Kadang naik, namun bisa turun seketika. Saat ini harga cabai rawit, beras, dan bawang merah masih tinggi. Itu dipicu kekeringan dan gagal panen di sejumlah wilayah.

Meski sudah turun, harga cabai rawit di Pasar Keputran masih terbilang tinggi. Per kilogramnya mencapai Rp 60 ribu. Minggu lalu harga cabai rawit mencapai Rp 73 ribu.

Pedagang cabai di Pasar Keputran Muniah mengatakan, kenaikan harga cabai rawit terjadi sejak dua minggu lalu. Semula Rp 50 ribu per kg naik hingga Rp 70 ribu per kg.

Meski saat ini harganya turun, itu tidak bisa menjadi patokan. Sebab, harga cabai di Pasar Keputran bisa cepat berubah. ”Keluar pasar sampai parkiran saja harganya sudah bisa berubah,” ucapnya.

Kenaikan harga cabai rawit, kata Muniah, dipengaruhi stok. Di pasar, cabai memang sedikit langka. Untuk menurunkan harga, pedagang mendatangkan cabai rawit dari Mataram, Lombok.

Pengirimannya melalui kargo pesawat. Perempuan yang berjualan lebih dari 10 tahun itu mengatakan, pedagang untung banyak justru saat harga cabai turun. Sebab, kalau sudah mahal, mencari keuntungannya susah. ”Kalau harga dinaikkan, yang ada pembeli komplain,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Pasar Wonokromo Muhammad Masrul menuturkan, harga cabai di tempatnya mencapai Rp 63 ribu per kilogram. Harga cabai merah keriting Rp 25 ribu. Harga tersebut masih normal seperti sebelumnya. ”Yang terlihat naik cabai rawit dan beras,” terangnya.

Pria yang disapa Irul itu mengatakan, beras yang naik hanya kualitas premium. Kenaikannya antara Rp 1 ribu– 2 ribu. Artinya, jika sebelumnya Rp 13 ribu, sekarang harganya naik menjadi Rp 15 ribu per kilogram.

Sedangkan, harga beras Bulog masih normal. Yakni, Rp 10.900 per kilogram. Operasi pasar juga terus dilaksanakan. Tujuannya menekan kenaikan harga beras di pasaran.

Sepekan terakhir, harga cabai rawit mengalami perubahan di Pasar Pabean. Saat ini 1 kilogram cabai rawit dijual Rp 60 ribu–Rp 65 ribu. Kemarau panjang menjadi faktor pemicu kenaikan.

Kekeringan membuat banyak petani cabai yang gagal panen. Itu membuat stok cabai menipis. ”Kebanyakan cabai jatuh dari batang sebelum matang. Alhasil, kualitasnya jelek. Nggak seger dan kering,” kata pedagang cabai Pasar Pabean Maedi.

Kenaikan harga cabai rawit itu membuat Maedi merugi. Biasanya dalam sehari, perempuan berusia 45 tahun tersebut bisa menjual sebanyak 5 kuintal cabai rawit. Namun saat ini penjualan turun hingga 50 persen.

Selain cabai rawit, kenaikan harga juga terjadi pada bawang merah. Satu kilogram bawang merah dijual Rp 18 ribu. Naik Rp 3.000 dari harga sebelumnya. Muhyidin, pedagang bawang merah di Pasar Pabean, mengatakan bahwa kenaikan sudah terjadi sejak tiga hari terakhir.

Meski begitu, dia tak merasa keberatan atas kenaikan harga tersebut. Hal itu dapat meningkatkan penjualan. ”Kalau harga (bawang merah) turun banget juga nggak bagus. Bisa menurunkan jumlah pembeli. Soalnya, banyak pedagang bawang musiman,” kata Muhyidin.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore