
Pemkot Surabaya promosikan batik Surabaya melalui event dan pameran.
JawaPos.com–Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag) Kota Surabaya terus mendongkrak dan mempromosikan produk-produk UMKM Kota Pahlawan. Salah satu di antara produk UMKM tersebut adalah batik Surabaya.
Kepala Dinkopdag Surabaya Dewi Soeriyawati menyebutkan, saat ini persebaran batik Surabaya sudah ada di semua wilayah Kota Pahlawan. ”Bahkan kita juga sering mengadakan pelatihan-pelatihan untuk batik Surabaya ini,” kata Dewi Soeriyawati.
Menurut dia, batik Surabaya memiliki peminat yang sangat tinggi. Hal itu terbukti dengan pemesanan batik Surabaya yang sampai harus dibatasi.
”Pemesanan sampai dibatasi, karena banyak juga batik Surabaya yang dibeli untuk oleh-oleh,” ujar Dewi.
Selain produk makanan, Dewi mengungkapkan, wisatawan yang berkunjung ke Surabaya juga sering kali memesan batik Surabaya di Sentra Kriya Gallery (SKG). Wisatawan membeli batik Surabaya sebagai oleh-oleh.
”Beberapa kali di SKG itu mereka pesan untuk oleh-oleh. Jadi selain makanan, batik itu juga sering dibeli, bahkan hotel-hotel pun juga pesan di SKG,” ungkap Dewi.
Setidaknya terdapat enam motif batik Surabaya yang telah dipatenkan. Keenam motif batik itu adalah Batik Remo Suroboyoan, Batik Sparkling, Batik Abhi Boyo, Batik Gembili Wonokromo, Batik Kembang Bungur, dan Batik Kintir-kintiran.
Nah, salah satu upaya yang dilakukan Pemkot Surabaya untuk mempromosikan batik adalah melalui event dan pameran. Yang terbaru, pemkot bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) menggandeng desainer Gita Orlin membawa batik Surabaya ke ajang Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MF).
Gelaran fashion show skala internasional tersebut, berlangsung selama lima hari pada 25 - 29 Oktober di Jakarta Convention Center (JCC). Dewi menyatakan, gelaran IN2MF menjadi ajang untuk memperkenalkan batik Surabaya di kancah nasional maupun internasional. Melalui ajang tersebut, diharapkan UMKM khususnya batik Surabaya bisa lebih naik kelas.
”Event ini menjadi kesempatan untuk UMKM kita naik kelas. Jadi untuk memperkenalkan batik Surabaya di kancah nasional dan internasional,” ucap Dewi.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
