
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
JawaPos.com–Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi merespons terkait kabar Surabaya masuk ke dalam kategori darurat narkoba oleh Badan Narkotika Nasional (BNN).
Wali Kota Surabaya meminta kepada para orang tua untuk memanfaatkan layanan puspaga di balai RW. Menurut Eri Cahyadi, jika pemangku kebijakan di tingkat RW solid, bisa menggerakkan warga untuk waspada terhadap peredaran narkotika. Khususnya pada remaja.
”Karena ketika Balai RW difungsikan pergerakan peredaran tidak mungkin bisa berjalan. Karena setiap Balai RW gerak, warganya guyub, jadi tidak akan ada hal-hal seperti itu kalau dari atas sampai bawah guyub,” jelas Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
Ditanya mengenai Rancangan Perda Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) sebagai salah satu upaya menurunkan angka peredaran narkoba di Kota Pahlawan, Eri menyebut, belum ada laporan terkait hal itu.
”Nanti saya tanyakan. Soalnya beberapa perda juga belum selesai. Nanti kita cek sudah selesai apa belum. Belum ada laporan,” tandas Eri.
Sebelumnya, Kasi Humas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surabaya Singgih Pratomo mengatakan, perkembangan kasus narkoba di Surabaya sejak 2020 mengkhawatirkan. Dalam menentukan indikasi level darurat narkoba, BNNK Surabaya menggunakan beberapa indikator. Mayoritas wilayah yang masuk dalam darurat narkoba juga di keliling tempat hiburan malam.
Singgih mengungkapkan, pada 2020, BNNK Surabaya pernah menemukan anak yang baru berusia 8 tahun tapi sudah mengonsumsi sabu-sabu. Banyak faktor yang membuat anak 8 tahun menggunakan sabu-sabu. Salah satunya yakni faktor keluarga.
”Ibunya bekerja di warung kopi. Kakaknya pakai, adiknya juga ikutan pakai, ya mau bagaimana dikuatkan dari sektor keluarga,” ujar Singgih.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
