Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 29 Agustus 2023 | 20.24 WIB

Tengkorak Manusia di Desa Kemangsen Sidoarjo Diduga Kakek yang Hilang sejak Mei

PERGI TIDAK KEMBALI: Petugas mengevakuasi jasad yang ditemukan di kebun tebu kawasan Desa Kemangsen, Balongbendo, kemarin (28/8). - Image

PERGI TIDAK KEMBALI: Petugas mengevakuasi jasad yang ditemukan di kebun tebu kawasan Desa Kemangsen, Balongbendo, kemarin (28/8).

JawaPos.com - Warga Dusun Pilang Selatan, Desa Kemangsen, Balongbendo, Sidoarjo dihebohkan dengan penemuan tengkorak dan tulang belulang manusia di ladang tebu sisi selatan rel kereta.

Misto adalah sosok yang menemukan tengkorak dan tulang tersebut. Saat itu pria 45 tahun tersebut datang ke sekitar TKP untuk mencari petai china atau lamtoro sekitar pukul 09.30. ’’Saya pas lihat bawah, ternyata ada tengkorak itu,’’ ujarnya.

Misto segera memanggil perangkat desa setempat untuk mengecek. Benar saja, ternyata tengkorak tersebut merupakan mayat yang sudah membusuk dan kemudian mengering. ’’Tidak bau mungkin karena kering, tinggal baju batik, kulit, sama celana panjang hitam,’’ ungkapnya.

Kepala Desa Kemangsen Abdul Rouf yang datang kemudian memanggil pihak Polsek Balongbendo untuk membantu evakuasi mayat tersebut. Rouf mengatakan bahwa mayat yang ditemukan mirip dengan ciri warga Dusun Sirapan, Kemangsen, yang hilang beberapa bulan lalu.

Kemudian, pihak Pemdes Kemangsen memanggil keluarga korban yang diketahui bernama Pranen dan berusia 76 tahun itu. ’’Dari baju memang mirip, pengurus RT tempatnya tinggal dan keluarga mengenali baju batik yang ada pada mayat,’’ jelasnya.

Menurut dia, Pranen dilaporkan hilang oleh keluarganya ke pemdes dan polisi pada 3 Mei lalu. ’’Sekitar hampir empat bulan tidak ada kabar,’’ ungkap Rouf. Diketahui, saat itu korban pamit kepada anak dan istrinya. Dia ingin menuju rumah saudaranya di Tropodo, Krian.

Akan tetapi, sampai keesokan harinya tidak ada kabar hingga keluarga melapor. ’’Bahkan, istrinya meninggal pada Juli lalu karena kepikiran menunggu suaminya yang hilang,’’ jelasnya.

Salah seorang anak korban yang hadir turut serta ke Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong untuk keperluan otopsi dan pemeriksaan lebih lanjut. Diketahui, sehari-hari kakek 76 tahun itu bekerja sebagai pembuat kandang ternak. ’’Almarhum sudah pikun. Kemungkinan karena tersesat itu, korban kemudian meninggal,’’ ujarnya.

Rouf juga mengatakan bahwa korban tidak bisa mengendarai sepeda maupun motor. ’’Sehingga jalan kaki, kondisi tua, dan pikun tadi,’’ imbuhnya.

Sementara itu, Kanitreskrim Polsek Balongbendo Iptu Ali Mahmud mengungkapkan bahwa korban sudah diperiksa dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuhnya. ’’Nihil, tidak ada,’’ katanya singkat. Kematian korban diduga disebabkan kelelahan saat di perjalanan. (eza/c7/any)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore