
Proyek pembangunan Flyover Aloha.
JawaPos.com–Dalam rangka meningkatkan infrastruktur jalan dan kenyamanan pengguna jalan, Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali mengimbau kepada masyarakat Sidoarjo yang melintasi Flyover Aloha untuk memperhatikan penutupan sementara dan pengalihan arus lalu lintas Jalan Raya Waru, Sidoarjo.
Penutupan sementara dan pengalihan arus Jalan Raya Waru, Sidoarjo berlangsung tiga hari. Yakni 27 hingga 29 Agustus mulai pukul 00.00 hingga 05.00. Pada 26 Agustus, akan dilakukan gladi bersih pengangkatan dan 27 hingga 29 Agustus akan dilakukan erection balok girder proyek pembangunan Flyover Aloha yang sedang berlangsung.
”Penutupan sementara dan pengalihan arus ini hanya berlaku khusus dari arah Surabaya ke Sidoarjo (setelah SPBU Aloha) belok ke Jalan Raya Juanda untuk putar balik, lalu ke frontage road (FR) Sidoarjo. Sedangkan dari arah Sidoarjo ke Surabaya tidak ada pengalihan sama sekali,” jelas Ahmad Muhdlor Ali.
Gus Muhdlor menambahkan, pada waktu tersebut dilakukan untuk memberikan ruang bagi pekerja konstruksi untuk melaksanakan pekerjaan pembangunan. Pengerjaan saat ini sudah mencapai 70 persen dan sudah masuk tahap pemasangan balok girder.
”Penutupan dan pengalihan arus jalan diperlukan agar pengerjaan proyek tetap berjalan dan perjalanan pengguna tetap lancar dan aman,” terang Ahmad Muhdlor Ali.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.4 Provinsi Jatim (Surabaya – Waru – Sidoarjo) I Made Gede Widhiyasa mengatakan, penutupan lalu lintas itu sebagai dampak pemasangan 3 Precast Concrete U (PCU) sebagai girder yang terdiri atas balok beton (concrete) segmental pre-cast, yang menggunakan sistem konstruksi beton prategang. Balok girder akan melintang di atas Jalan Raya Waru dan rel kereta api.
”Lokasi pekerjaan erection girder berada di pilar P5-B dan pilar P6-B, lebih tepatnya setelah SPBU Aloha, dengan panjang bentang 40 meter. Erection girder menggunakan Crawler Crane kapasitas 250 dan 300 ton. Untuk pengerjaan, kami butuhkan untuk satu girder kurang lebih satu hari,” ucap I Made Gede Widhiyasa.
Dia menambahkan, Jalan Raya Waru tidak akan ditutup selama 24 jam saat pemasangan girder. Melainkan cukup 5 jam dan dilakukan tengah malam hingga dini hari.
”Seperti yang kami kerjakan selama ini, semua pengerjaan dilakukan malam hingga dini hari agar tidak mengganggu arus lalu lintas. Penutupan jalan hanya diterapkan selama tiga hari saja,” tambah I Made Gede Widhiyasa.
FO Aloha akan berubah nama menjadi FO Djuanda yang merupakan usul Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Sebab sisi barat flyover terdapat monument Ir Djuanda dan lokasinya berdekatan dengan Bandar Udara Internasional Juanda.
FO Djuanda memiliki total panjang jembatan 858 meter yang terdiri atas FO A (Sidoarjo – Juanda) sepanjang 435 meter dan FO B (Juanda – Surabaya) sepanjang 423 meter. FO Djuanda memiliki lebar jembatan 9 meter yang dari 2 lajur dengan lebar masing-masing 3,5 meter, bahu jalan, dan parapet sebagai pelindung.
Dalam rangka meningkatkan infrastruktur jalan dan kenyamanan pengguna jalan, Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali mengimbau kepada masyarakat Sidoarjo yang melintasi Flyover Aloha untuk memperhatikan penutupan sementara dan pengalihan arus lalu lintas Jalan Raya Waru, Sidoarjo.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
