
HELM TIDAK SNI: Seorang warga naik ojol dengan memakai helm keranjang, Selasa (11/7).
JawaPos.com – Operasi Patuh Semeru 2023 baru memasuki hari kedua Selasa (11/7). Namun, sudah ada 728 pelanggar lalu lintas yang ditilang. Polisi juga memberikan teguran kepada 1.183 pengendara.
Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Arif Fazlurrahman menjelaskan, penilangan dilakukan secara elektronik. Baik melalui electronic traffic law enforcement (ETLE) maupun integrated noted capture attitude record (INCAR). ”Untuk tilang manual belum ada,” katanya Selasa (11/7).
Sebab, kata dia, tilang manual bukan prioritas pada Operasi Patuh Semeru. Tilang baru diberlakukan petugas apabila mendapati dua pelanggaran berat. Yaitu, balap liar dan berkendara dalam pengaruh alkohol. ”Selain ditilang, kendaraan juga akan disita,” tuturnya.
Dia menambahkan, pihaknya lebih mengedepankan teguran selama pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2023. Namun, bukan berarti sanksi itu ringan. Pasalnya, pelanggaran akan dicatat pada aplikasi Elektronik Teguran Simpatik Presisi. Datanya masuk ke sistem traffic attitude record (TAR).
Data itu, lanjut Arief, menjadi pertimbangan polisi ketika pelanggar akan mengurus surat izin mengemudi (SIM) dan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK). Banyaknya pelanggaran bisa membuat permohonan tidak diproses.
Arief menambahkan, teguran yang mencapai lebih dari seribu dalam dua hari pelaksanaan operasi merupakan catatan khusus. Jumlah itu naik drastis dibanding tahun lalu. Khususnya pada hari pertama.
Berdasar catatan, pihaknya hanya memberikan 25 teguran tahun lalu. Namun, tahun ini ada 662 teguran. ”Ini karena anggota lebih aktif,” tutur Arief.
Arif mengimbau agar masyarakat selalu mematuhi peraturan lalu lintas ketika berkendara. Jangan sampai pelanggaran yang dilakukan tercatat pada sistem. ”Lebih dari itu, setiap bentuk pelanggaran bisa berpotensi menyebabkan kecelakaan,” paparnya.
Selain banyaknya pelanggar lalu lintas, beberapa ruas jalan di Surabaya juga macet. Apalagi saat jam masuk dan pulang kantor. Salah satu akses yang kerap padat adalah Middle East Ring Road (MERR) sisi Rungkut.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya Tundjung Iswandaru mengatakan, penyempitan jalan menjadi salah satu penyebab kemacetan. Yang awalnya empat lajur menjadi dua lajur.
Itu membuat kendaraan yang melintas harus menyesuaikan dengan lebar jalan. ”Nanti dilakukan normalisasi di sana (MERR) sehingga bisa lancar ke arah selatannya,” katanya. (edi/gal/c6/aph)
HASIL SEMENTARA OPERASI PATUH SEMERU
Tilang elektronik: 728
ETLE: 633
INCAR: 95

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
