
Pemkot Surabaya kerja bakti membersihkan tempat pembuangan sampah.
JawaPos.com–Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar kerja bakti membersihkan tempat pembuangan sampah (TPS) se-Surabaya. Kegiatan itu diikuti seluruh jajaran perangkat daerah (PD) di lingkungan pemkot.
Kerja bakti tersebut dilakukan untuk menghilangkan kesan kumuh TPS, mengantisipasi penumpukan sampah, dan mencegah timbulnya bau kurang sedap di 191 TPS se-Surabaya. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya Agus Hebi Juniantoro mengatakan, kerja bakti yang dilakukan adalah pembersihan, pengecatan, hingga perantingan di area TPS. Salah satunya adalah untuk menghilangkan kesan masyarakat terhadap TPS yang dikenal sebagai tempat kumuh.
”Pemkot Surabaya mempercantik TPS melalui kegiatan kerja bakti mulai 26-27 Juni. Kita ubah image (gambaran) TPS. Kita siapkan petugas checklist untuk memonitor volume sampah dan gerobak di TPS. Karena gerobak harus kembali ke RW masing-masing, serta tidak boleh meninggalkan hasil pulungan sampah di TPS,” kata Hebi di TPS Kaliwaron Surabaya, Senin (26/6).
Hebi menjelaskan, petugas checklist bisa mengatur gerobak sampah sesuai jadwal. Yakni, agar tidak datang bersamaan ke TPS sehingga tidak menimbulkan penumpukan.
”Jam pengangkutan sampah pun sudah kita tempel, jadi warga bisa mengawasi. Misalnya pukul 08.15 WIB untuk pengangkutan pertama, tetapi pukul 08.30 belum diangkut, warga bisa melapor ke DLH. Jadi tidak ada penumpukan sampah agar TPS tetap bersih,” jelas Agus Hebi Juniantoro.
”Untuk pulungan sampah, memilah di lokasi lain atau segera dibawa pulang. Di sini sampah saja, agar bisa segera diangkut ke mobil pengangkut sampah untuk dibawa ke TPA, karena kita menginginkan TPS itu bersih,” tambah dia.
Setelah kerja bakti, seluruh sampah diangkut DLH Surabaya menuju ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo. Sedangkan hasil perantingan diangkut menuju ke rumah kompos.
”Karena volume TPS berbeda-beda, ada TPS menjadi tempat pembuangan sampah kasur dan sofa. Sebaiknya jangan dicampur di TPS, tetapi di dekat TPS ada lahan lain yang kita siapkan. Itu memudahkan kita untuk pengangkutan,” terang Agus Hebi Juniantoro.
Dia berharap dengan kerja bakti tersebut masyarakat tidak memandang TPS sebagai tempat yang kumuh. Sebab, TPS dijaga kebersihannya agar tidak menimbulkan dampak lingkungan.
”Jadi nanti kalau kita membuka TPS baru, masyarakat tidak akan fobia (ketakutan) atau memandang TPS itu bau dan sebagainya. Karena TPS harus bersih dan tidak menimbulkan dampak lingkungan,” ucap Agus Hebi juniantoro.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
