
GENANGI JALAN: Satu unit alat berat mengeruk tanah di Jalan Kertajaya (14/6). Itu dilakukan untuk mencari pipa PDAM yang pecah.
JawaPos.com – Selepas subuh, Nanang bersama puluhan warga Gubeng Kertajaya antre di tempat pengisian air isi ulang. Dia mengisi enam galon sekaligus. Air itu digunakan untuk mencukupi kebutuhan masak, mandi, hingga buang hajat. Sebab, aliran air PDAM mengecil.
”Air ini untuk kebutuhan keluarga saya dulu. Kalau untuk saya gampang,” ucapnya.
Aliran air PDAM di kawasan Pucang Adi juga tersendat. Riski, salah seorang warga, sejak pagi bingung ketika hendak mandi. Sebab, air cadangan di dalam tandon sudah menipis. Untungnya, dia mendapatkan air tangki dari PDAM Surya Sembada. ”Saya dapat jam 08.30 tadi,” ujarnya.
Layanan air PDAM Surya Sembada yang mengaliri kawasan Gubeng tidak normal Rabu (14/6). Aliran airnya mengecil. Itu disebabkan pipa berukuran 400 milimeter di Jalan Raya Kertajaya pecah.
Beberapa alat berat Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya dikerahkan untuk mempercepat penggalian jalan. Sebab, jaringan itu tertanam sedalam 2,5 meter.
Berkisar pukul 10.00, proses penggalian rampung. Petugas PDAM mengganti pipa PVC yang pecah dengan pipa HDPE (high density polyethylene).
”Panjang pipa yang diganti kurang lebih 17,5 meter,” kata Manajer Sistem Transmisi dan Distribusi Pipa Utama PDAM Surya Sembada Kuswara kemarin.
Menurut Kuswara, pecahnya pipa PVC itu disebabkan faktor usia. Karena sudah tua, banyak yang bocor. Jaringan tersebut terpasang sejak tahun ’80-an. Pipa itu termasuk pipa sekunder yang masuk dalam daftar rehabilitasi jaringan seluruh Surabaya.
Tahun ini PDAM bakal mengganti pipa lawas sepanjang 150 kilometer. Proyek rehabilitasi itu berjalan secara bertahap di sejumlah titik. Beberapa perbaikan yang sudah berjalan adalah di Jalan Dharmahusada, Rangkah, dan Kenjeran.
”Ini sudah proses jalan kok, mungkin 30 persen sudah terganti HDPE,” kata Kuswara.
Selain mengantisipasi pipa pecah, rehabilitasi jaringan juga berguna untuk pemerataan distribusi air serta meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.
Kuswara menyatakan, ada banyak faktor yang membuat pipa tersebut rusak. Selain faktor usia, kendaraan yang kelebihan muatan dan pergerakan akar pohon yang mencari sumber air juga bisa membuat jaringan pecah. ”Tapi, faktor utama ya tadi, usia dan tonase kendaraan,” ujarnya.
Pukul 16.00, penyambungan pipa HDPE tuntas. Selanjutnya, proses normalisasi aliran air hingga perbaikan jalan dilakukan secara bertahap. Artinya, perbaikan dan penyambungan pipa tak sampai 10 jam.
Sementara itu, Dirut PDAM Surya Sembada Surabaya Arief Wisnu Cahyono mengatakan, banyak pipa distribusi utama yang berdiameter besar masih menggunakan besi. Belum semuanya diganti ke HDPE. Penggantiannya membutuhkan perencanaan yang matang.
”Faktornya banyak, pipa sekunder dan primer itu rata-rata ada di tengah jalan dan dalam” ujarnya. (zam/gal/c6/aph)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
