
Suasana prosesi pemakaman mantan Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana di TPU Keputih (28/5).
JawaPos.com - Berpulangnya mantan Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana menyisakan kenangan yang sulit dilupakan bagi para kerabat. Salah satu kerabat mendiang Whisnu, Bagus, mengungkapkan, sehari sebelum menghembuskan napas terakhir, Whisnu sempat mendampingi anak bungsunya, J, yang ada acara di sekolah. J masih duduk di bangku sekolah PAUD.
"Mas Whisnu membelikan es krim ke seluruh murid-murid PAUD. Traktir es krim semua pada Jumat (26/5)," ungkap Bagus.
Bagus menuturkan, Whisnu tak pernah melewatkan waktu luang bersama keluarga meski dalam kondisi sibuk. Termasuk kewajiban menunaikan salat.
"Salatnya rajin, terakhir salat Jumat bersama beliau sehari sebelum sesak napas," kenang Bagus.
Selain itu, Bagus menyatakan, Whisnu juga sosok yang paling anti telat. Ketika ada rapat atau agenda, Whisnu akan datang sejam sebelumnya.
Hingga kini, keluarga dan kerabat dekat dari almarhum Whisnu masih belum percaya jika orang yang dicintainya itu pergi untuk selama-lamanya. Whisnu menghembuskan napas terakhirnya di RS Premier Surabaya, Nginden.
Ayah dari empat orang anak itu menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Solo menggantikan Tri Rismaharini pada 24 Desember 2020. Kala itu, Tri Rismaharini ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Sosial.
Whisnu tak hanya tercatat sebagai Wali Kota Surabaya dengan masa jabatan terpendek sepanjang sejarah. Pria 49 tahun itu juga tercatat sebagai wali kota definitif dengan masa jabatan terpendek bersama Wali Kota Medan Akhyar Nasution yang dilantik dan berakhir masa jabatannya di hari yang sama dengan Whisnu.
Sebelumnya, Whisnu juga pernah bertarung di Pilkada (pemilihan kepala daerah). Pada 2014, Whisnu Sakti Buana menjadi wakil wali kota Surabaya mendampingi Tri Rismaharini.
Tak hanya di eksekutif, karir Whisnu di legislatif juga moncer. Sebelum berkarir di eksekutif, anak dari politikus sekaligus pejuang reformasi Soetjipto Soedjono itu pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya dan anggota DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PDI Perjuangan. Pada 8 November 2013, Whisnu terpilih secara aklamasi oleh DPRD Kota Surabaya untuk menjadi wakil wali kota Surabaya sisa periode 2010-2015 menggantikan Bambang Dwi Hartono yang resmi mengundurkan diri pada 14 Juni 2013.
Whisnu pernah meraih penghargaan Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD), Piala Kalpataru, dan Adi Wiyata Mandiri untuk tingkat pendidikan.
Ketua DPC Surabaya Adi Sutarwijono menyatakan, PDIP Surabaya kehilangan sosok dan kader terbaik yang gigih serta mau berjuang untuk rakyat. Selama menjadi kader, Whisnu pernah menjabat sebagai sekretaris DPC PDIP Surabaya kemudian duduk di kursi Ketua DPC PDIP Surabaya selama 10 tahun (2009-2019) atau dua periode.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
