Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 April 2023 | 21.14 WIB

Begini Sejarah Tradisi Pasar Bandeng di Gresik

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa turut hadir pada acara Pasar Bandeng di Gresik, Kamis (19/4). - Image

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa turut hadir pada acara Pasar Bandeng di Gresik, Kamis (19/4).

JawaPos.com–Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyatakan, dalam sejarahnya Pasar Bandeng telah bisa menguatkan ekonomi. Itu diawali oleh para santri yang telah diletakkan Waliyullah Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Giri.

Sunan Giri memberi spirit, semangat berbisnis kepada para santri di Kabupaten Gresik membudidayakan ikan bandeng dengan menjadikan ikon.

”Gresik ya identik dengan ikan bandeng, dan ikan bandeng ya berasal dari Gresik,” jelas Fandi Akhmad Yani.

Bupati menyebut, tradisi Pasar Bandeng merupakan sejarah budaya kearifan lokal yang harus dijaga dan dilestarikan. Kegiatan itu menjadi spirit penguatan kebangkitan ekonomi masyarakat Gresik.

”Tradisi ini menjadi budaya kearifan lokal yang harus kita jaga selalu, jangan sampai tradisi yang luar biasa ini hilang karena kita tidak merawat,” ujar Fandi Akhmad Yani.

Sejarah tradisi Pasar Bandeng merupakan kegiatan tahunan masyarakat Gresik, menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri. Bandeng adalah salah satu komoditas unggulan Gresik yang cukup melimpah ruah.

Tradisi ini pun menjadi salah satu momen yang ditunggu masyarakat. Tradisi ini sudah menjadi acara rutin, sejak Sunan Giri berkuasa memimpin Kerajaan Giri Kedaton.

Pasar Bandeng mulai dilakukan karena banyaknya santri yang membawa pulang bandeng sebagai oleh-oleh selepas iktikaf di Gresik.

Konon, Sunan Giri melihat potensi ikan bandeng yang cukup melimpah sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Dari situ, tradisi pasar bandeng diadakan, mulai dari lomba hingga lelang yang bisa dilihat dan diikuti semua masyarakat Gresik.

Semakin meriahnya tradisi itu membuat pengunjung pasar bukan hanya dari Gresik, tetapi juga dari daerah sekitar. Bahkan, lokasi yang dulu hanya ada di sekitar Pasar Krempyeng, kini semakin meluas dari Jalan Suryo hingga Alun-alun Kabupaten Gresik.

Tahun ini, pemenang juara I diraih pembudidaya Syaifullah Mahdi dari Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujung Pangkah.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore