Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 22 Januari 2023 | 04.59 WIB

Pisah Sambut Kapolres Gresik, Berkalung Surban dan Iringan Angklung

Photo - Image

Photo

JawaPos.com- Tongkat komando Polres Gresik resmi berpindah tangam. Dari AKBP Mochamad Nur Azis ke AKBP Adhitya Panji Anom. Sabtu (21/1) telah dilaksanakan farewell dan welcome party di Mapolres Gresik. Sebelumnya, pada Jumat (20/1) malam, digelar prosesi pelantikan oleh Kapolda Irjen Toni Harmanto di Mapolda Jatim.

Tiba di Mapolres Gresik, Jalan dr Wahidin Sudirohusodo, Adhitya Panji datang bersama istri. Dia langsung disambut hangat Nur Azis beserta istri juga para pejabat jajaran utama (PJU) Polres Gresik.

Bunga dan surban dikalungkan oleh Nur Azis ke Adhitya,yang sebelumnya menjabat Kapolres Blitar itu. Iringan musik angklung dari anak-anak SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik pun mengalun rancak.

Tradisi pedang pora dan jarmat menyempernakan prosesi pisah sambut kedua perwira menengah tersebut. Suasana pun terasa khidmat. Setelah beristirahat sejenak di ruang Kapolres Gresik, acara berlanjut dengan laporan kesatuan di Rupatama Sarja Arya Racana Mapolres.

Pada kesempatan itu, atas nama pribadi dan keluarga, Nur Azis menyampaikan permohonan maaf atas segala kesalahan selama menjabat Kapolres Gresik kurang lebih 1,4 bulan. Juga, berterimakasih atas kinerja semua personel Polres Gresik. Karena itu, Kabupaten Gresik aman terkendali.

’’Saya berpesan tetap bersyukur, ikhlas, giat beribadah, profesional dalam tugas, ikhtiar sebagai manusia biasa, bertawakal, dan berdoa," ujar perwira menengah kelahiran Nganjuk yang mendapat amanah baru sebagai Wakapolrestabes Kota Surabaya itu.

Nur Azis juga berharap semuanya untuk mendukung Kapolres Gresik yang baru. "Semoga Polres Gresik semakin sukses dan selalu diberi perlindungan oleh Allah SWT,’’ ucap alumnus Akpol 2002 itu.

Sementara itu, Adhitya juga memberikan ucapan terimakasih kepada rekannya Nur Azis, yang sudah menjadikan Kabupaten Gresik aman terkendali. Banyak prestasi yang ditorehkan.

’’Besar harapan kami menjadi Kapolres tanpa cacat. Doa kami untuk AKBP Mochamad Nur Azis sebagai Wakapolrestabes Surabaya sukses, rezeki yang lancar dalam karir,’’ katanya.

Adhitya juga memohon dukungan. ’’Terima kasih, saya beserta keluarga telah diterima menjadi keluarga besar Polres Gresik Kota Santri, sebagai rekan kerja bisa memimpin Polres Gresik yang aman terkendali,’’ ujarnya.

Sejumlah pekerjaan pun tentu telah menanti Kapolres baru. Sebagai catatan, pada penghujung 2022 lalu, Polres Gresik merilis jumlah kasus yang ditangani meningkat cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Totalnya mencapai 1.728 kasus.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.648 kasus telah diselesaikan. Artinya, persentase penyelesaian sebesar 95 persen. Adapun pada 2021, Polres Gresik hanya mencatat 1.135 laporan atau bertambah sebanyak 593 kasus dibandingkan 2022.

Berdasarkan catatan Jawa Pos, kasus yang selama ini masih dominan adalah tindak kejahatan 3C. Yakni, pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Namun, yang terbilang merajalela tidak lain curanmor.

Selain itu, tingginya angka kecelakaan lalu lintas. Pada 2022, kenaikannya drastis dibandingkan 2021. Terutama di dua kawasan black spot atau jalur tengkorak, yaitu Jalan Daendels dan Jalan Raya Duduksampeyan.

Masalah lain yang juga mesti mendapat atensi adalah balap liar, miras, narkoba, kekerasan anak dan perempuan, serta potensi konflik massa perguruan silat.

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore