Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 4 Januari 2023 | 19.48 WIB

Dialokasikan Rp 208,6 M untuk Insentif GTT-PTT Selama Setahun

PENGATURAN JADWAL PULANG SEKOLAH: Sejumlah siswa SDN Ketintang 1, Surabaya, memberi salam kepada kepala sekolah dan guru sebelum mereka pulang, Jumat (7/10). (Dipta Wahyu/Jawa Pos) - Image

PENGATURAN JADWAL PULANG SEKOLAH: Sejumlah siswa SDN Ketintang 1, Surabaya, memberi salam kepada kepala sekolah dan guru sebelum mereka pulang, Jumat (7/10). (Dipta Wahyu/Jawa Pos)

JawaPos.com – Kabar gembira bagi para guru tidak tetap-pegawai tidak tetap (GTT-PTT) di Jatim. Pemprov memberikan insentif bagi para pegawai non-PNS itu selama setahun penuh.

Anggaran sebesar Rp 208,6 miliar sudah dialokasikan lewat APBD 2023. Kebijakan tersebut berbeda dengan tahun lalu. Penganggaran insentif GTT-PTT selama 2022 dicicil.

’’Anggaran tahun ini dialokasikan untuk kebutuhan selama 12 bulan,’’ jelas Sekretaris Dinas Pendidikan (Dispendik) Jatim Aminatun kemarin.

Dia menjelaskan, dana sebesar itu dialokasikan untuk pemberian insentif bagi 17.176 GTT-PTT di Jatim. Besarannya ditetapkan senilai Rp 900 ribu per bulan. Pencairan menggunakan skema by name by address.

Tahun lalu anggaran insentif bagi GTT-PTT memang tidak dianggarkan penuh. Pada APBD 2022, eksekutif-legislatif hanya mengalokasikan anggaran insentif GTT-PTT selama lima bulan saja.

Sementara itu, sisanya baru dianggarkan lewat APBD Perubahan (APBDP) 2022. Kondisi itu membuat pencairan insentif bagi tenaga tak tetap itu mengalami keterlambatan cukup lama.

Di sisi lain, kebijakan pemprov untuk mengalokasikan anggaran insentif selama 12 bulan penuh direspons baik oleh organisasi guru honorer. Bagi mereka, upaya itu jadi bukti bahwa pemprov memedulikan nasib mereka.

’’Mendengar kabar ini, kami bersyukur dan akan terus mengawalnya,’’ ucap Koordinator Forum Honorer Jatim Ipung Kurniawan kemarin.

Bagi para GTT-PTT, insentif tersebut memang sangat dibutuhkan untuk menyambung kebutuhan hidup. Sebab, besaran gaji para tenaga honorer di hampir semua daerah di Jatim tergolong rendah. Hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup harian.

’’Banyak guru di daerah digaji hanya Rp 900 ribu per bulan. Di bawah upah itu juga banyak. Bergantung banyaknya jam yang didapat,’’ ucap guru asal Jombang itu.

Bahkan, kata Ipung, di sejumlah sekolah, gaji guru dipatok Rp 40 ribu per jam mata pelajaran. Kondisi yang cukup mengkhawatirkan. ’’Maka, insentif dari pemprov ini sangat membantu bagi GTT dan PTT,” katanya.

Karena itulah, saat pencairan insentif dari provinsi mengalami keterlambatan cukup lama tahun lalu, banyak guru dan tenaga pendidik kesusahan. Sebab, insentif sudah dijadikan pegangan guru untuk mencukupi kebutuhan. ’’Dan jika tidak cair, para guru jelas cemas,” imbuhnya.

SEPUTAR INSENTIF GTT-PTT JATIM TAHUN 2023

- Dianggarkan di APBD 2023 sebesar Rp 208,6 miliar

- Dialokasikan untuk insentif GTT-PTT selama 12 bulan

- Diperuntukkan bagi 17.176 GTT-PTT di 38 kabupaten/kota

- Tiap GTT-PTT mendapat insentif sebesar Rp 900 ribu per bulan

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore