
Ilustrasi siswa SMA. Dok JawaPos
JawaPos.com – Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (DKKORP) Surabaya terus menggenjot pencairan beasiswa pemuda tangguh. Hingga akhir tahun anggaran ini, realisasi mencapai 15.244 sasaran. Terdiri atas 13.026 penerima jenjang SMA sederajat dan 2.218 mahasiswa.
Kepala DKKORP Kota Surabaya Wiwiek Widayati mengatakan, pencairan masih dilakukan sampai sekarang. Kegiatan itu akan dioptimalkan sampai 26 Desember. ”Sampai hari ini masih berjalan (pencairan beasiswa, Red),’’ kata Wiwiek setelah rapat dengar pendapat di Komisi D DPRD Kota Surabaya Senin (19/12).
Realisasi pencairan 13.026 beasiswa untuk jenjang SMA/SMK masih di bawah target. Sebab, dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) APBD 2022, pemkot menambah kuota beasiswa menjadi 25 ribu. Tapi, sampai menjelang tutup tahun anggaran, kuota itu mustahil terpenuhi. ”Kami sudah berupaya buka lagi, tapi belum bisa. Dapatnya segitu,’’ papar Wiwiek.
Dia mengakui menemukan sejumlah kendala dalam setiap pembukaan pendaftaran. Setelah diverifikasi, tidak sedikit pendaftar beasiswa pemuda tangguh yang juga menerima program bantuan serupa dari pemerintah. Misalnya, kartu Indonesia pintar (KIP). Padahal, dalam aturan tidak boleh dobel penerima.
”Kalau anak-anak sudah dapat KIP, tentu kami tidak bisa selesaikan untuk pengajuan beasiswanya,’’ ujarnya.
Kendala lain, lanjut dia, banyak pendaftar yang sudah lulus sekolah. Mereka bukan lagi pelajar SMA sederajat sehingga tidak bisa diproses, apalagi diteruskan sampai pencairan beasiswa. ”Ini fakta-fakta yang kami temukan saat verifikasi data,’’ ucapnya.
Selain SMA/SMK, jenjang mahasiswa juga belum memenuhi target kuota. Dari target 3.186 sasaran, yang dicairkan sepanjang tahun ini sebanyak 2.218 orang. Artinya, masih kurang 968 penerima lagi.
Wiwiek memastikan akan ada tambahan penerima sebanyak 264 mahasiswa. Itu akan dicairkan pekan ini. Dengan demikian, masih ada kekurangan 704 penerima. ”Sisanya ini kita buka lagi tahun depan,’’ jelas Wiwiek.
Wakil rakyat menyayangkan banyaknya kuota beasiswa pemuda tangguh yang belum terserap. Jumlahnya 12.942. Itu terdiri atas 11.974 calon penerima jenjang SMA sederajat dan 968 mahasiswa. Padahal, anggaran sudah disiapkan melalui APBD 2022. ”Tentu sangat disayangkan. Padahal, dananya ada,’’ kata Ketua Komisi D Khusnul Khotimah.
Dia meminta untuk dilakukan evaluasi. Mengapa sampai tidak terserap semuanya. Menurut dia, salah satu faktor yang memicu minimnya pendaftar adalah kurangnya sosialisasi. Indikasi itu terlihat dari banyaknya warga yang belum mengetahui program bantuan pendidikan tersebut.
Padahal, banyak warga kurang mampu yang membutuhkan sokongan dana pendidikan untuk putra-putrinya. ”Banyak yang mengadu ke kami karena tidak tahu ada program ini,” papar Khusnul.
Anggota Komisi D Herlina Harsono Njoto mendesak dilakukan evaluasi tahun depan terkait minimnya realisasi program beasiswa. Sosialisasi mesti dilakukan lebih masif ke seluruh lapisan masyarakat. Dengan begitu, warga yang memiliki putra dan putri yang duduk di bangku SMA/SMK mengetahui program bantuan pendidikan itu.
”Informasi ini harus diakses oleh semua warga,’’ kata Herlina.
Politikus Demokrat itu juga meminta adanya perluasan cakupan penerima beasiswa jenjang mahasiswa. Yaitu, diperluas kepada mahasiswa yang menempuh pendidikan profesi. Mulai bidan, dokter, notaris, hingga psikolog. Sebab mereka juga membutuhkan bantuan pendidikan untuk menyelesaikan pendidikan profesinya. ”Saya minta tahun depan untuk diperluas,’’ paparnya.
Tjujuk Supariono, anggota komisi D lainnya, mengusulkan agar pendataan beasiswa dilakukan berbasis kecamatan hingga kelurahan. Sebab, level itu pasti memiliki data warga MBR. Dengan demikian, mereka hanya membutuhkan surat keterangan tidak mampu untuk melengkapi pendaftaran.
REALISASI BEASISWA PEMUDA TANGGUH
SMA Sederajat
- Total kuota 25 ribu siswa.
- Realisasi 13.026 sasaran.
- Masih kurang 11.974 calon penerima.
- Per siswa mendapat Rp 200 ribu per bulan.
- Untuk menunjang kegiatan belajar siswa.
Mahasiswa
- Sasaran penerima semester I– VI.
- Kuota 3.186 sasaran.
- Sudah dicairkan 2.218 orang.
- Masih kurang 968 mahasiswa.
- Untuk pembayaran UKT dan uang saku.
Sumber: Reportase Jawa Pos

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
