
Salah satu anak asuh yang dibawa orang tua angkat. Pemrpov Jatim for JawaPos
JawaPos.com–UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita di Kabupaten Sidoarjo melepaskan 11 anak asuh kepada orang tua angkat. Para orang tua angkat telah melewati proses assessment kurang lebih 1 tahun dan mendapatkan surat keputusan izin pengangkatan anak dari pengadilan agama.
Sekretaris Daerah Provinsi Jatim Adhy Karyono yang ikut melepas anak asuh kepada calon orang tua angkat mengatakan, pelepasan anak asuh itu merupakan momentum langka. Sebab, proses memilih para calon orang tua asuh tak boleh asal dan tak boleh sembarangan.
”Para calon orang tua yang beruntung untuk mengasuh anak-anak di sini, adalah orang tua yang mampu dan mereka yang sehat. Orang tua yang mampu bisa diartikan bahwa calon orang tua ini mampu menyayangi dengan sepenuh hati. Mampu merawat dengan baik, mampu memberikan kecukupan gizi dan tumbuh kembang sang anak,” kata Adhy, Rabu (30/11).
Selain itu, lanjut dia, orang tua yang sehat diartikan mereka harus sehat dan melindungi buah hati atau anak-anak saat usia anak hingga kelak dewasa.
”Anak-anak ini adalah anugerah yang harus disayang sama halnya seperti anak kandung. Pesan kami agar para orang tua angkat ini untuk menjaga dan memberikan kasih sayang dengan sepenuh hati. Anak adalah sebuah anugerah yang harus dijaga dan disayang seperti anak kandung kita sendiri,” ujar Adhy.
Adhy menyatakan, Pemprov Jatim akan berupaya untuk memberikan perlindungan dan penghidupan yang layak kepada anak-anak telantar di UPT PPSAB sebelum mereka bertemu dengan para orang tua angkatnya.
”Pelepasan anak asuh kepada orang tua angkat hari ini (30/11) merupakan bukti bahwa pemerintah hadir untuk memberikan layanan terbaik kepada anak-anak telantar yang kemudian dilindungi, dibesarkan dan diberi kasih sayang sesuai dengan tumbuh kembangnya,” papar Adhy.
Kepada para pengasuh di UPT PPSAB, Sekdaprov menyampaikan rasa terima kasih karena telah merawat, mengasuh, dan menyayangi anak asuh dengan baik. Kasih sayang yang diberikan akan menjadi ladang pahala dan ibadah di dalam membesarkan tunas-tunas bangsa. Pola pengasuhan anak yang baik akan menghasilkan anak-anak yang sehat dan cerdas di Jatim.
Kadinsos Provinsi Jatim Alwi melaporkan, kegiatan itu sebagai wujud Pemprov Jatim dalam menangani balita telantar serta memberikan perlindungan dan penghidupan yang layak. Juga sebagai upaya penyelamatan tunas bangsa dari ketelantaran agar mereka dapat tumbuh kembang secara wajar serta menjamin terwujudnya kesejahteraan anak dan keberlangsungan masa depan seorang anak.
”Jumlah yang diserahkan sebanyak 11 anak. Jika ditotal sejak 2009-2022 sudah 373 anak yang kami lepas dan sudah memiliki orang tua angkat,” ujar Alwi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
