
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya Anna Fajriatin di Panti Griya Werdha di Jambangan, Kota Surabaya. Diskominfo Surabaya/Antara
JawaPos.com–Pemerintah Kota Surabaya memberikan perhatian terhadap para orang tua yang sudah lanjut usia (lansia). Pemkot menyiapkan Panti Werdha baru di Sonokwijenan, Kecamatan Sukomanunggal.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya Anna Fajriatin mengatakan, penambahan panti baru dilakukan karena kapasitas Panti Griya Werdha di Jambangan, Surabaya sudah tidak mencukupi.
”Saat ini memang kami masih memakai tempat sementara di UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah) Kalijudan. Nanti pada 2023, kami pindahkan ke Panti Werdha di Sonokwijenan,” kata Anna seperti dilansir dari Antara.
Anna menjelaskan, perbaikan di Panti Werdha Sonokwijenan membutuhkan effort yang besar. Sebab, dahulu tempat tersebut merupakan gedung sekolah sehingga belum dilengkapi kamar mandi di setiap ruangan.
”Pada 2023, dianggarkan Dinas Cipta Karya untuk perbaikan total di Sonokwijenan. Untuk sementara, kami rawat sebagian lansia di UPTD Kalijudan,” ujar Anna Fajriatin.
Menurut Anna, lansia yang dirawat dan tinggal sementara di UPTD Kalijudan adalah mereka yang mandiri. Artinya, para lansia itu bisa makan, mandi, ibadah, maupun melakukan aktivitas secara mandiri.
”Yang mandiri kami tempatkan di Kalijudan dan yang di bawah mandiri tetap tinggal di Jambangan,” terang Anna Fajriatin.
Anna juga mengatakan, saat ini Griya Werdha Jambangan dihuni sebanyak 185 lansia. Padahal untuk normalnya di tempat tersebut, kapasitasnya diisi 160 tempat tidur. Oleh sebab itu, Pemkot Surabaya menambah lokasi Panti Werdha di Sonokwijenan.
”Kami harus mengembangkan itu. Karena mohon maaf, kalau ada yang harus kami rawat, ya kami rawat, karena kasihan para orang tua itu,” tutur Anna Fajriatin.
Meski demikian, lanjut dia, pihaknya pun ingin membuka hati dan nurani masyarakat agar tidak serta merta menyerahkan orang tua mereka yang sudah lansia ke Panti Griya Werdha. Jika faktor ekonomi menjadi alasan, Pemkot Surabaya memastikan siap untuk memberikan intervensi kepada anak atau keluarganya.
”Saya berharap juga kepedulian anak-anak karena sekarang ini semakin banyak kami menerima surat (permohonan) yang sudah disertai surat pernyataan dari anak bersedia orang tuanya dirawat,” ucap Anna.
Anna menyatakan, Panti Griya Werdha seharusnya dikhususkan bagi lansia miskin telantar dan tidak memiliki keluarga. Namun, tetap saja masih ada pengajuan untuk tinggal di Griya Werdha meski lansia itu masih memiliki anak dan keluarga.
”Maka saya tidak serta merta mengambil orang tua itu. Tapi saya mendekati dahulu anak atau keluarganya. Kan kasihan, karena sebaik-baik perawatan itu ada di keluarganya,” papar Anna Fajriatin.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
