Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 22 November 2022 | 03.17 WIB

Wali Kota Surabaya Tak Bangga Meski IPM Tertinggi di Jatim

Ilustrasi kemiskinan. - Image

Ilustrasi kemiskinan.

JawaPos.com–Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Surabaya pada 2022 mencapai angka 82,74. Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, angka IPM itu merupakan tertinggi di Provinsi Jawa Timur.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, meski pada 2022 IPM Kota Pahlawan tertinggi di Jatim, hal itu tak membuatnya bangga. Sebab, masih banyak persoalan di Surabaya yang harus segera diselesaikan.

”Jadi sebenarnya IPM adalah penilaian. Tapi buat saya, sebenarnya masih jauh dan kita harus memperbaiki lebih baik lagi. Karena IPM juga dilihat dari lamanya satu orang ini menempuh jalur pendidikan,” kata Wali Kota Eri Cahyadi, Minggu (20/11) malam.

Eri mengaku bahwa meskipun IPM Surabaya tertinggi di Jatim, masih ada persoalan khususnya dalam dunia pendidikan yang harus segera diselesaikan. Misalnya, masih adanya pelajar SMA sederajat yang terkendala biaya sekolah.

”Bahkan hari ini, adik-adik kita, anak-anak kita yang SMA, masih ada yang tidak bisa ikut ujian karena tidak bisa bayar SPP. SMP juga ada yang belum bisa ambil ijazah. Ini yang harus kita kebut (tuntaskan),” terang Eri.

Eri meyakini, jika persoalan pendidikan dapat diselesaikan, IPM Surabaya bisa lebih tinggi dari angka 82,74. Untuk mencapai hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya pun membutuhkan keterlibatan semua elemen.

”Dan di situlah pemerintah tidak bisa sendiri. Karena ketika semua elemen ini bergerak, kita akan tahu kekurangan-kekurangan dan kelemahan,” ungkap Eri.

Karena itu, bagi Eri, IPM hanya sebagai acuan atau tolak ukur untuk memperbaiki segala kekurangan. Masih banyak pekerjaan rumah (PR) di Kota Pahlawan yang harus segera diselesaikan.

”Masih banyak PR kita untuk umat yang harus kita jalankan. Karena seharusnya bisa jauh lebih tinggi kalau anggaran ini bisa tepat dengan angka-angka (indikator penilaian) IPM, kita sentuh di sana, maka bisa jauh lebih tinggi,” papar Eri.

Selama beberapa tahun terakhir, BPS mencatat bahwa IPM Kota Surabaya mengalami peningkatan. Pada 2020 sebesar 82,23 dan meningkat pada 2021 menjadi 82,31. Kemudian pada tahun ini, IPM Kota Surabaya mencapai 82,74 yang merupakan tertinggi di Jawa Timur.

Nilai IPM tersebut menunjukkan bahwa kualitas pembangunan manusia di Kota Surabaya berada pada kelompok status kategori sangat tinggi (IPM ≥ 80). Pemulihan ekonomi sosial di tengah pandemi Covid-19, telah membawa pengaruh terhadap IPM di Kota Surabaya. Termasuk pula terhadap meningkatnya seluruh indikator pembentuknya, baik indeks kesehatan, indeks pendidikan, maupun indeks pengeluaran per kapita per tahun yang disesuaikan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore