
Gubernur Jawa Timur Hj. Khofifah Indar Parawansa menyerahkan penghargaan pemerintah Republik Indonesia kepada Bupati Sidoarjo, H. Ahmad Mudhlor atas capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 8 kali berturut-turut di Hotel Bumi Surabaya, Senin (14/11
JawaPos.com - Hasil Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Pemerintah Kabupaten Sidoarjo tahun 2021 mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Pemerintah Republik Indonesia. Capain itu untuk yang ke 9 kali berturut-turut diraih Pemkab Sidoarjo sejak LKPD tahun 2013 lalu.
Penghargaan opini WTP 9 kali berturut-turut tersebut diserahkan Gubernur Jawa Timur Hj. Khofifah Indar Parawansa kepada Bupati Sidoarjo, H. Ahmad Mudhlor pada acara penyerahan penghargaan pemerintah Republik Indonesia atas capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 8 kali berturut-turut kepada pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten/kota di Jawa Timur di Hotel Bumi Surabaya, Senin (14/11). Acara tersebut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Timur Taukhid.
Bupati Sidoarjo, H. Ahmad Mudhlor bersyukur Kabupaten Sidoarjo mampu mempertahankan capaian opini WTP. Menurutnya prestasi tersebut menunjukkan kualitas penyusunan laporan keuangan Pemkab Sidoarjo telah disajikan secara wajar sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). Pemkab Sidoarjo mampu menyajikan laporan keuangan daerah yang transparan dan akuntable sesuai dengan regulasi yang ada.
“Alhamdulillah hari ini LHP LKPD TA 2021 Pemkab Sidoarjo mendapat opini WTP. Dan menjadi tugas kami kedepan untuk mempertahankan WTP yang sudah diraih sembilan kali berturut-turut, ini”ujar Bupati H. Ahmad Muhdlor.
Bupati yang akrab dipanggil Gus Muhdlor itu mengatakan capaian ini tidak terlepas dari kerja keras seluruh ASN Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Selain itu juga dari dukungan penuh seluruh masyarakat Sidoarjo. Oleh karenanya, bupati alumni Fisip Unair Surabaya itu mengapresiasi hasil kerja keras yang dilakukan jajarannya dalam mengawal dan mengelola keuangan daerah.
“Hasil seperti ini wajib kita jaga, dan ini kewajiban kita bersama supaya dalam setiap pembelanjaan APBD bisa sesuai regulasi dan transparansi,” pintanya.
Bupati muda itu akan terus mendorong jajarannya untuk mempertahankan opini WTP di tahun-tahun berikutnya. Ia menilai pentingnya opini WTP karena itu merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mengelola APBD secara transparan dan akuntabel.
"Selain meningkatkan kepercayaan masyarakat atas pengelolaan uang negara, opini WTP merupakan bukti bahwa APBD dikelola secara bijak, profesional, akuntabel dan transparan," pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
