
TAK MENGGANGGU: Sebagian warga mengaku sering melihat sosok perempuan yang mengintip di balik jendela di lantai 2. (Dimas Maulana/Jawa Pos)
Semak belukar dan beragam tanaman rambat saling beradu kelebatan di pagar serta halaman rumah kosong di sebuah kawasan perumahan elite di Kecamatan Sidoarjo. Mendung yang seminggu terakhir selalu menghiasi langit Kota Udang seakan menambah kesan suram bangunan bercat putih tersebut.
---
PAGAR rumah tua tersebut selalu terbuka. Seakan mengundang mereka yang punya nyali besar untuk menengok dalamnya. Junaidi Slamet, tukang bersih-bersih perumahan, mengungkapkan bahwa memang sering orang-orang masuk dan keluar dari rumah tersebut. ”Banyak, Mas, yang bawa kamera gitu ngevideo rumah itu memang,’’ ujarnya.
Benar saja selepas melewati gerbang, terlihat ada jalur setapak di halaman rumah yang dipenuhi tanaman setinggi pinggang orang dewasa itu. Pintu rumah pun tidak terkunci sama sekali. Saat pertama masuk ke rumah tersebut, terasa hawa panas dan pengap. Sesekali angin berembus dari bagian belakang rumah.
Di ruangan yang sepertinya merupakan penghubung dapur dan ruang tamu terlihat ada kasur yang sudah lapuk dengan tumpukan debu tebal. Ada juga kalender tahun 2000 di pintu bekas ruang musala.
Junaidi yang bekerja sejak 1998 mengungkapkan bahwa terakhir rumah yang berlokasi di tikungan itu ditinggali pada 2000 hingga 2008. ”Terus, orangnya pergi. Sampai sekarang nggak pernah ada yang ngontrak atau beli rumah itu,” ujarnya.
Kesan mewah rumah tersebut masih tersisa, seperti lampu gantung dengan pernik-perniknya. Bahkan, di bagian belakang ada kolam dengan luas sekitar 12 meter persegi di sebelah garasi. Sementara itu, di dekat kolam ada sebuah kamar mandi dan kamar pembantu. Di dapur yang juga tembus menuju kolam renang ada sebuah kulkas besar. Juga tangga besi yang dipenuhi semak belukar.
Sementara itu, saat memasuki ruang keluarga atau ruang utama tampak lemari bufet yang berisi foto seorang bayi dan laki-laki yang mungkin merupakan pemilik rumah. Setidaknya ada dua kamar utama dan kamar pembantu di bagian bawah. Di bagian atas ada empat ruangan. Di dua ruangan masih terdapat kasur dan kemungkinan dulu ditempati oleh anak-anak pemilik. ”Nah, saya sering nemu kayak dupa sama lilin di sekitar ruang sini sama teras sana,’’ kata Junaidi.
Dari kabar yang beredar, banyak orang yang sering melihat sosok wanita sesekali mengintip dari balik jendela di lantai 2. Beberapa orang menduga sosok tersebut merupakan arwah anak pemilik rumah yang dibunuh pada 2004. Junaidi tidak pernah melihatnya langsung. Namun, dia mendengar dari beberapa warga ataupun pengendara yang melintas. ”Biasanya memang ngintip sih, kadang juga muncul di balik pagar itu, nggak pakai baju putih tapi,’’ ujarnya.
HO, salah seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan, sempat ada kabar bahwa dua anak pemilik rumah meninggal setelah ada pencuri yang masuk. ”Saya nggak paham kejadian pastinya. Dulu memang sempat ada maling masuk. Dia kalau nggak salah kuli bangunan dari rumah yang berjarak satu rumah,’’ ungkap pria 60 tahun itu.
Maling tersebut masuk dari tanah kavling di belakang rumah, lalu naik dan turun di area belakang atau kolam renang. Nahas, aksi maling yang membawa senjata tajam itu diketahui oleh anak perempuan pemilik rumah tersebut saat sedang menggendong adik bungsunya yang masih balita. ”Katanya dibacok. Keduanya dibawa ke rumah sakit, tapi belum nyampai sudah meninggal,’’ ungkap HO.
Selepas kejadian itu, rumah tersebut mulai sepi orang karena tersisa anak tengah pemilik rumah yang selalu melamun di teras rumah. Akhirnya pada 2008, rumah tersebut kosong. Saat siang terasa biasa saja. Namun, berbeda kondisinya saat malam. Terlebih tidak ada lampu di kompleks sekitar rumah tersebut. ”Entah berhubungan atau tidak, tapi setelah itu kosong di kanan, kiri, belakang. Banyak rumah ikut jadi kosong,’’ ujarnya.
HO dan Junaidi tidak menampik bahwa ada sosok-sosok lain di dalam rumah dua lantai tersebut. Terlepas dari apa pun latar belakang rumah itu, keduanya mengungkapkan bahwa sosok-sosok tersebut mungkin lebih baik didoakan saja agar arwahnya bisa diterima di sisi Yang Mahakuasa.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
