
Photo
JawaPos.com- Langkah kaki Roni Sholeh Wahyudi yang bakal berangkat ke Singapura melalui Bandara Juanda, Sruabaya, pada Senin (17/10) lalu terhenti. Bahkan, dia harus meringkuk di sel penjara. Anggota Satgaspam Bandara Juanda dan Bea Cukai mengendus upaya jahat Roni. Menyelendupkan baby lobster bernilai miliaran .
Saat ini, pendalaman kasus pun tengah dilakukan petugas. Termasuk mencari bos besar atau otak penyelundupan tersebut. Tersangka Roni tidak membeberkan apa yang didapatkannya menjadi kurir.
Warga Jember itu mengaku baru kali pertama terjun sebagai kurir. Dia menuturkan, bos atau yang menyuruhnya hanya menanggung biaya perjalanan Surabaya–Singapura dan sebaliknya.
Penangkapan Roni dilakukan Satgaspam Bandara Juanda pada Senin lalu. Anggota Lanudal Juanda dan Bea Cukai Jatim sudah mencium aksi tersangka. Tepatnya saat pemeriksaan di X-ray. Petugas pun langsung melakukan pemeriksaan. Ternyata benar, dua koper hitam yang dibawa tersangka itu berisi puluhan ribu baby lobster.
Komandan Lanudal Juanda Kolonel Laut (P) Heru Prasetyo menjelaskan, pihaknya sudah mendapat informasi dari intelijen. Petugas di lapangan memastikan target. Tak berlangsung lama, akhirnya pelaku diamankan.
Dari hasil penggeledahan, ternyata ada sebanyak 26.432 ekor baby lobster. ’’Ada dua jenis, yakni baby lobster mutiara dan pasir,’’ ucapnya, Selasa (18/10).
Penyelundupan tersebut membuat kerugian negara sekitar Rp 1,3 miliar. Menurut Heru, aksi itu sangat mungkin dilakukan jaringan dari kasus sebelumnya. Pada Mei lalu, pihaknya juga mengamankan 30.911 ekor baby lobster. Bahkan, nilainya sampai Rp 3 miliar.
Kasus Mei lalu dan yang kedua sama-sama tujuan Singapura. Berdasar hal tersebut, kata Heru, orang yang bermain ditengarai sama. ’’Bedanya hanya tersangka kurirnya. Tapi, terkait itu, dibutuhkan pendalaman. Termasuk mencari pemasok dan pelaku utamanya,’’ katanya.
Heru menegaskan, tidak ada kata menyerah melawan penyelundupan. Anggota gabungan dari Satgaspam Bandara Juanda serta Bea Cukai dan instansi lainnya disiapkan. Tujuannya, menekan gerak aksi penyelundupan dalam bentuk apa pun.
Kepala Kanwil Bea Cukai Jatim I Tri Wikanto menyatakan, pendalaman terus dilakukan. Pihaknya juga mencari pengepulnya dan tujuannya ke mana. Sebab, bisa juga di Singapura hanya transit, kemudian dibawa ke negara lain. Sebab, harga lobster kalau sudah besar sangat mahal. ’’Kami mencari ada hubungannya atau tidak dengan aksi sebelumnya,’’ terangnya.
Tri menyatakan, modus yang digunakan masih menggunakan cara lama. Lobster dimasukkan ke plastik, lalu ditempatkan di koper. Daya hidup lobster tidak lama. Karena itu, penyelundupan selalu menggunakan pesawat. Sebab, dua hingga tiga jam setelahnya harus ditambahkan oksigen ke dalam plastik. Jika tidak, pengiriman bisa gagal karena baby lobster mati.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
