Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 September 2022 | 23.48 WIB

Kuota Beasiswa SMA/SMK Bertambah Jadi 25.025 Siswa

Ilustrasi siswa SMA. Dok JawaPos - Image

Ilustrasi siswa SMA. Dok JawaPos

JawaPos.com – Realisasi beasiswa jenjang SMA/SMK masih minimalis. Namun, pemkot dan DPRD berencana kembali menambah kuota beasiswa. Dari 13.415 siswa dalam APBD murni menjadi 25.025 ribu peserta dalam rencana APBD Perubahan 2022.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya Reni Astuti menyampaikan, rencana itu sudah disetujui dalam KUA-PPAS, Dia mendorong pemkot untuk serius menyerap anggaran bantuan pendidikan tersebut. Nilainya mencapai Rp 47 miliar. ”Beasiswa ini program unggulan wali kota sehingga harus diserap maksimal,” kata Reni, Selasa (13/9).

Dia menyampaikan, beasiswa Pemuda Tangguh termasuk di dalam prioritas kebijakan umum anggaran Pemkot Surabaya. Karena itu, tidak ada alasan bagi pemkot untuk tidak memaksimalkan penyerapan anggaran. Apalagi, pencairan beasiswa sangat dibutuhkan untuk menunjang biaya pendidikan. Khususnya mereka yang berstatus MBR. ”Tujuan besar program ini adalah memutus rantai kemiskinan,” ujarnya.

Reni memastikan semua anggota dewan sepakat dengan alokasi tersebut. Sebab, beasiswa memang sangat dibutuhkan bagi kelanjutan pendidikan siswa dari kalangan MBR. Agar serapan bisa maksimal, pemkot harus menggencarkan sosialisasi sampai ke tingkat bawah. Caranya, RT/RW bisa dilibatkan.

Ketua Komisi D DPRD Khusnul Khotimah mendesak pemkot untuk mempercepat pencairan. Sebab, tahun anggaran 2022 tinggal menyisakan 3,5 bulan lagi. ”Ini kan sudah melalui proses yang panjang. Sangat dinanti para siswa,” ungkap Khusnul.

Dia menjelaskan, pemkot melalui dinas kebudayaan, kepemudaan dan olahraga, serta pariwisata (DKKORP) sudah melakukan seleksi gelombang pertama. Di antara sekitar 5.000 pendaftar, yang dinyatakan lolos sebanyak 1.421 anak. DPRD pun mendesak anggaran segera dicairkan. ”Kami mendesak pemkot langsung direalisasikan. Kalau bisa, bulan ini cair,” tegas Khusnul.

DKKORP juga sudah membuka gelombang kedua. Ada 2.513 pelajar yang mendaftar. Jumlah tersebut belum diverifikasi. Ada kemungkinan jumlah penerima bisa berkurang. ”Kami sepakat gelombang ketiga dibuka lagi. Sebab, kuota masih banyak,” ujar Wakil Ketua Komisi D Ajeng Wira Wati.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore