
Ilustrasi. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)
JawaPos.com- Angka kasus kanker serviks terbilang tinggi di Surabaya. Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya berupaya mempercepat penurunan kasus melalui vaksinasi human papillomavirus (HPV). Bertepatan dengan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), vaksinasi itu menyasar para murid sekolah dasar.
Kepala Dinkes Surabaya Nanik Sukristina menyatakan, vaksinasi HPV di Surabaya akan dilaksanakan bulan ini. Hal tersebut merujuk pada surat keputusan menteri kesehatan terkait program introduksi vaksinasi HPV. Namun, Surabaya telah melaksanakan vaksinasi itu sebagai agenda rutin tahunan sejak 2016.
Sebab, Surabaya merupakan satu di antara lima kota yang menjadi lokasi percontohan atau demonstration project pada awal penyelenggaraan. Tahun ini, vaksinasi HPV telah menjadi program nasional Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di semua kabupaten atau kota.
Nanik mengungkapkan, sasaran program itu adalah siswa perempuan SD/sederajat, baik negeri ataupun swasta. Siswi kelas V akan mendapatkan dosis pertama dan murid kelas VI menerima dosis kedua. Sasaran itu dipilih karena program HPV harus dimulai dengan prioritas cakupan yang tinggi pada target primer.
Selain itu, vaksinasi tersebut masuk program nasional karena sebagai langkah pencegahan kanker serviks serta pertimbangan cost effectiveness. Mantan sekretaris dinas sosial itu memaparkan, sejak Januari hingga Juni tahun ini ada 294 pasien kanker serviks yang terdata.
Angka tersebut tak terlalu jauh jika dibandingkan dengan perkembangan kasus selama tiga tahun terakhir. Perinciannya, 380 pasien pada 2019, sebanyak 325 pasien pada 2020, serta 327 pasien pada 2021.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Sidosermo dr Arista Agung Santoso mengatakan, vaksinasi tersebut dapat mencegah terjadinya kanker serviks pada wanita serta kanker anus pada pria karena berasal dari virus yang sama.
Arista mengungkapkan, sasaran difokuskan pada kaum perempuan karena prevalensi terjadinya kanker serviks lebih besar pada wanita daripada kanker anus di pria. ’’Pelaksanaan vaksinasi ini dimulai pada Kamis (15/9) dengan jadwal yang dibuat puskesmas,’’ katanya.
Terpisah, dr Devina Nataliany menuturkan, jumlah peminat vaksinasi HPV di rumah sakit swasta tak terlalu banyak. Rata-rata pasien menjalani vaksinasi setelah mengetahui kerabatnya terkena kanker serviks.
Menurut dia, vaksin HPV sebaiknya diberikan sebelum menikah karena memicu kekebalan tambahan dalam tubuh. ’’Jika sudah menikah atau berhubungan seksual, sebaiknya melakukan skrining juga seperti Pap smear,’’ ujar dokter yang bertugas di RS Darmo itu.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
