Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 2 September 2022 | 13.03 WIB

Makin Antusias, Jumlah Penumpang Suroboyo Bus Capai 120 Ribu Per Bulan

MERAYAP: Suroboyo Bus melintas di Jalan Basuki Rahmat, Rabu (31/8). Untuk mengurangi tingginya traffic lalu lintas di pusat kota, dibutuhkan transportasi umum massal. (Riana Setiawan/Jawa Pos) - Image

MERAYAP: Suroboyo Bus melintas di Jalan Basuki Rahmat, Rabu (31/8). Untuk mengurangi tingginya traffic lalu lintas di pusat kota, dibutuhkan transportasi umum massal. (Riana Setiawan/Jawa Pos)

JawaPos.com- Antusiasme warga menikmati layanan transportasi publik Suroboyo Bus kini mengalami peningkatan. Data yang dihimpun, dengan jumlah 28 unit armada total, rata-rata jumlah penumpang Suroboyo Bus mencapai 120 ribu orang per bulan.

Kendati demikian, tahun ini Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkot Surabaya masih belum akan menambah armada. Namun, untuk memudahkan akses penumpang, Dishub membuka halte-halte baru. Di antaranya, halte di Jalan Urip Sumoharjo 1, Pandegiling 2, Kertajaya Indah 2, Graha Family 1, PTC 2 dan Unesa 2.

’’Belum ada penambahan armada Suroboyo Bus pada tahun ini. Saat ini masih ada sebanyak 28 unit,” kata Kepala Bidang Angkutan Dishub Pemkot Surabaya Soenoto seperti dikutip Jawa Pos Radar Surabaya (31/8).

Seiring dengan peningkatan jumlah penumpang Suroboyo Bus, Dishub juga berencana meningkatkan layanan transportasi publik melalui penyediaan angkutan pengumpan untuk Suroboyo Bus (feeder). Sebetulnya, rencana pengadaan feeder dengan jumlah 36 unit pada tahun ini bisa terealisasi Juni lalu. Namun, terpaksa harus mundur.

Soenoto menjelaskan, mundurnya feeder itu lantaran harus memenuhi survei atau penilaian tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dalam pengadaan barang dan jasa. Anggaran untuk pengadaan feeder itu dari APBD Surabaya dengan alokasi sebesar Rp 20 miliar. Sebanyak 36 unit feeder itu akan ditempatkan di setiap kawasan masing-masing 9 unit.

Anggota Komisi C DPRD Surabaya William Wirakusuma menyatakan, feeder  itu harus beroperasi dari perkampungan atau pemukiman ke jalur utama Suroboyo Bus. Lalu, angkutan pengumpan diutamakan beroperasi di wilayah yang belum terjangkau angkutan umum. “Angkutan feeder ini adalah sarana angkutan warga dari tempat tinggalnya ke jalur Suroboyo bus. Jadi, sebisa mungkin tidak melewati jalur yang sudah terisi angkutan lainnya,” ujarnya.

Wiliam juga berharap tahun ini setidaknya satu koridor feeder terealisasi. Yakni di Terminal Purabaya-Rajawali beserta jaringan pengumpan ke perkampungan yang menempel di koridor tersebut. “Bikin satu contoh koridor beserta pengumpannya yang rigid, kemudian tahun depan tinggal copy paste di koridor lainnya,” ucap dia.

Dengan tersedianya angkutan feeder, warga Surabaya memiliki berbagai alternatif untuk mengakses Suroboyo Bus dan jumlah pengguna angkutan umum di Surabaya bisa meningkat. Kepadatan di jalan raya karena penggunaan kendaraan pribadi akan terkurangi.

“Dengan tersedianya 36 unit angkutan pengumpan itu nanti harus benar-benar menjadi solusi dari problem kesulitan warga menjangkau rute Suroboyo Bus,’’ pungkasnya.

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore