Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 14 Agustus 2022 | 03.58 WIB

Sudah Telan Rp 40 Miliar, Islamic Center Gresik Terancam Tak Selesai

MANGKRAK: Gedung Islamic Center di Desa Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang, sepi dari aktivitas pembangunan. (Guslan Gumilang/Jawa Pos) - Image

MANGKRAK: Gedung Islamic Center di Desa Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang, sepi dari aktivitas pembangunan. (Guslan Gumilang/Jawa Pos)

JawaPos.com – Gedung Islamic Center di Desa Kedungpring, Balongpanggang, Gresik, mangkrak setelah tidak dianggarkan pada APBD 2022. Kini bangunan di atas lahan seluas 1,2 hektare itu terlihat sia-sia.

Padahal, bangunan tersebut sudah menelan anggaran puluhan miliar rupiah. Namun, pembangunan itu belum juga selesai.

Dari Jalan Raya Balongpanggang, sudah ada akses menuju ke Islamic Center itu. Namun, masih berupa tanah dan sulit dilihat. Begitu masuk, akan terlihat tiga bangunan besar yang membubung tinggi. Dua bangunan masih berupa kerangka beton, sedangkan di sebagian bangunan lain sudah ada dindingnya.

Di sana pun terlihat sepi. Tidak ada aktivitas masyarakat di sekitar. Kalaupun ada, warga sekitarlah yang mengurus lahan pertanian yang mengelilingi tempat tersebut.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Pemkab Gresik Ida Lailatus Sa’diyah menyatakan, pada 2022 ini, memang Islamic Center tidak dianggarkan. Karena itu, saat ini bangunan tersebut mangkrak.

Namun, pada APBD 2023, Pemkab Gresik berencana kembali menganggarkan. ’’Masih dihitung, tapi rencananya dianggarkan,’’ ucapnya.

Terpisah, anggota Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi menyebutkan, dalam prioritas plafon anggaran sementara (PPAS) pos belanja daerah 2023, pembangunan Islamic Center diajukan. Gedung Islamic Center dianggarkan kembali senilai Rp 5 miliar. Namun, menurut politikus Fraksi PKB itu, anggaran tersebut sangat kecil untuk menyelesaikan pembangunan tiga menara yang belum selesai.

’’Kami minta dinas cipta karya PKP untuk segera melakukan perencanaan ulang dan pembahasan untuk pembangunan gedung Islamic Center itu. Karena anggaran Rp 5 miliar sangatlah kecil,” ucapnya.

Untuk pembangunan gedung tersebut, lanjut dia, sebaiknya diselesaikan satu gedung menara. Setelah selesai dan bisa difungsikan, baru dianggarkan kembali dan pengerjaan untuk dua gedung menara.

’’Artinya, selesaikan satu gedung terlebih dahulu. Kalau memang satu gedung itu menghabiskan anggaran Rp 5 miliar, tidak masalah. Tapi, kalau tiga gedung, itu sangat tidak mungkin selesai,’’ jelasnya.

Perlu diketahui, pembangunan Islamic Center tersebut dimulai sejak 2019. Selama tiga tahun belakangan ini, APBD sudah mengucurkan sebesar Rp 40 miliar, termasuk anggaran harga penawaran sementara (HPS) Rp 10,5 miliar.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore