
Ilustrasi pendukung tim Persebaya. Dok JawaPos
JawaPos.com–Pertandingan Liga 1 yang dijadwalkan PSSI dikeluhkan suporter Persebaya Surabaya atau Bonek. Jadwal itu disebut terlalu malam.
Bonek kecewa dengan PSSI lantaran pertandingan Liga 1 masih digelar pada malam hari. Hal itu, tidak mempertimbangkan beberapa hal.
”Kami sangat kecewa kalau memang PSSI masih ngotot dengan Persebaya main jam 20.30 WIB,” kata perwakilan Bonek Husain Gozali, Minggu (7/8).
Cak Cong, sapaannya, mengatakan, pertandingan yang dihelat pada malam hari menyebabkan banyak dampak buruk. Misalnya, bagi tim.
”Banyak faktor yang mempengaruhi kekecewaan itu, di antaranya tim atau klub yang terdampak ke income (pemasukan) yang berkurang,” ujar Husain Gozali.
Dia mencontohkan, dengan pertandingan terakhir Persebaya Surabaya yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) kemarin. Bangku penonton tampak sepi.
Sepinya penonton yang hadir, menurut Cak Cong, lantaran pertandingan yang terlalu malam. Dengan demikian, suporter berpikir panjang karena besok harus bekerja maupun bersekolah.
”Kalau sampai pulang dini hari, besoknya kerja atau ada yang sekolah kan waktu mereka juga gak mungkin dikorbankan,” ujar Husain Gozali.
Pertandingan malam hari juga memiliki dampak buruk bagi pemain yang berlaga di lapangan. Mereka menjadi memiliki masa pemulihan yang lebih sedikit lantaran pulang lebih larut.
”Terus recovery pemain yang minim karena terlalu pulang dini hari, besoknya kan haru latihan. Kan istirahatnya kurang,” ungkap Husain Gozali.
Menurut dia, keluhan tersebut bukan hanya disurakan Persebaya dan Bonek. Namun juga seluruh suporter di Indonesia yang daerahnya ikut berkompetisi di Liga 1.
”Banyak pertimbangan yang harus dipikirkan bersama. Sebetulnya, ini bukan khusus untuk Persebaya tetapi kami menyuarakan untuk kebaikan sepak bola kami,” ucap Husain Gozali.
Sebelumnya, dalam laga terakhir Persebaya melawan Persita Tangerang Stadion GBT, tribun penonton tampak sepi. Hanya beberapa gate yang dipenuhi kelompok suporter.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
