
MULAI DIGARAP: Warga dengan bersepeda melintas di Jalan Karet yang penuh lampion. Pengembangan kawasan itu akan terintegrasi dengan Jalan Kembang Jepun. (Ahmad Khusaini/Jawa Pos)
JawaPos.com - Kawasan Kya-Kya di Jalan Kembang Jepun dipercantik. Pengecatan serta pemasangan lampion dan ornamen bernuansa kampung pecinan terus berjalan. Dalam waktu dekat, pemkot mengadakan car free night (CFN) di lokasi tersebut.
Beberapa kegiatan mengiringi berlangsungnya CFN. Terutama pergelaran kesenian bernuansa Tionghoa. Di antaranya, pertunjukan barongsai, wayang potehi, gambang kromong, dan liang liong. Begitu juga kuliner yang disajikan. Pengunjung dapat menikmati aneka kuliner khas Tionghoa.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga, serta Pariwisata (DKKORP) Surabaya Wiwiek Widayati menyatakan bahwa persiapan pembukaan CFN hampir selesai. Lampu lampion dan ornamen bertajuk pecinan menghiasi seputar kawasan Kya-Kya.
Mulai Jalan Kembang Jepun hingga Jalan Karet. Mulai Agustus, CFN akan diselenggarakan di Jalan Kembang Jepun.Rencananya, malam bebas kendaraan bermotor itu berlangsung setiap Sabtu dan Minggu.
Namun, Wiwiek belum bisa memastikan waktunya. ”Kami menargetkan Agustus CFN (di Jalan Kembang Jepun, Red) sudah bisa berjalan,” kata Wiwiek kemarin (31/7).
Revitalisasi kawasan Kya-Kya merupakan langkah Pemkot Surabaya dalam mengembangkan kawasan kota tua. Pengembangan kampung pecinan merupakan awalnya. Setelah itu, pengembangan dilanjutkan pada area kampung Eropa di Jalan Rajawali dan Sikatan serta kampung Timur Tengah di Wisata Religi Sunan Ampel.
Ketua Pergelaran Hiburan dan Kesenian Chinese Kawasan Kya-Kya Michael Wijaya menyampaikan, selama CFN berlangsung, Jalan Kembang Jepun ditutup total pada pukul 17.00–00.00. CFN tidak hanya berlangsung pada Sabtu dan Minggu, tetapi rencananya diadakan setiap malam.
Saat ini pelaksanaan dimatangkan bersama pemkot. Beberapa pertunjukan bakal memeriahkan CFN seperti atraksi barongsai dan pergelaran musik. Sebanyak 88 stan sudah disiapkan. Agar serasi dengan lokasinya, semua yang dijual adalah kuliner khas Tionghoa.
”Sesuai dengan perintah Bapak Wali Kota (Eri Cahyadi). Meski begitu, masyarakat tidak perlu khawatir dengan kehalalan kulinernya. Sebab, semua makanan yang dijual dijamin halal,” tutur Michael.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
