Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 Agustus 2022 | 20.48 WIB

Pemkot Surabaya Rencanakan Car Free Night Rutin di Kembang Jepun

MULAI DIGARAP: Warga dengan bersepeda melintas di Jalan Karet yang penuh lampion. Pengembangan kawasan itu akan terintegrasi dengan Jalan Kembang Jepun. (Ahmad Khusaini/Jawa Pos) - Image

MULAI DIGARAP: Warga dengan bersepeda melintas di Jalan Karet yang penuh lampion. Pengembangan kawasan itu akan terintegrasi dengan Jalan Kembang Jepun. (Ahmad Khusaini/Jawa Pos)

JawaPos.com - Kawasan Kya-Kya di Jalan Kembang Jepun dipercantik. Pengecatan serta pemasangan lampion dan ornamen bernuansa kampung pecinan terus berjalan. Dalam waktu dekat, pemkot mengadakan car free night (CFN) di lokasi tersebut.

Beberapa kegiatan mengiringi berlangsungnya CFN. Terutama pergelaran kesenian bernuansa Tionghoa. Di antaranya, pertunjukan barongsai, wayang potehi, gambang kromong, dan liang liong. Begitu juga kuliner yang disajikan. Pengunjung dapat menikmati aneka kuliner khas Tionghoa.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga, serta Pariwisata (DKKORP) Surabaya Wiwiek Widayati menyatakan bahwa persiapan pembukaan CFN hampir selesai. Lampu lampion dan ornamen bertajuk pecinan menghiasi seputar kawasan Kya-Kya.

Mulai Jalan Kembang Jepun hingga Jalan Karet. Mulai Agustus, CFN akan diselenggarakan di Jalan Kembang Jepun.Rencananya, malam bebas kendaraan bermotor itu berlangsung setiap Sabtu dan Minggu.

Namun, Wiwiek belum bisa memastikan waktunya. ”Kami menargetkan Agustus CFN (di Jalan Kembang Jepun, Red) sudah bisa berjalan,” kata Wiwiek kemarin (31/7).

Revitalisasi kawasan Kya-Kya merupakan langkah Pemkot Surabaya dalam mengembangkan kawasan kota tua. Pengembangan kampung pecinan merupakan awalnya. Setelah itu, pengembangan dilanjutkan pada area kampung Eropa di Jalan Rajawali dan Sikatan serta kampung Timur Tengah di Wisata Religi Sunan Ampel.

Ketua Pergelaran Hiburan dan Kesenian Chinese Kawasan Kya-Kya Michael Wijaya menyampaikan, selama CFN berlangsung, Jalan Kembang Jepun ditutup total pada pukul 17.00–00.00. CFN tidak hanya berlangsung pada Sabtu dan Minggu, tetapi rencananya diadakan setiap malam.

Saat ini pelaksanaan dimatangkan bersama pemkot. Beberapa pertunjukan bakal memeriahkan CFN seperti atraksi barongsai dan pergelaran musik. Sebanyak 88 stan sudah disiapkan. Agar serasi dengan lokasinya, semua yang dijual adalah kuliner khas Tionghoa.

”Sesuai dengan perintah Bapak Wali Kota (Eri Cahyadi). Meski begitu, masyarakat tidak perlu khawatir dengan kehalalan kulinernya. Sebab, semua makanan yang dijual dijamin halal,” tutur Michael. 

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore