
Ilustrasi Pawai Obor Malam Lebaran. (Dok.JawaPos.com).
JawaPos.com - Bertepatan dengan malam takbir Idul Fitri 1447 Hijriah hari ini (20/3), Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya akan menutup Jalan Jenderal Sudirman-Jalan M. H. Thamrin. Penutupan jalan tersebut dilakukan untuk acara Car Free Night, Pawai Obor, dan Jakarta Bedug Kolosal.
Kegiatan itu memang dijadwalkan mulai pukul 20.00-22.00 WIB, namun penutupan jalan bisa jadi mulai lebih awal dan selesai lebih akhir. Yakni mulai pukul 18.00-24.00 WIB. Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Komarudin menyampaikan bahwa penutupan dilakukan untuk mendukung jalannya acara.
”Kami tutup mulai pukul 18.00 WIB sampai dengan pukul 22.00 WIB, mungkin bisa jadi (sampai) pukul 23.00 WIB atau 24.00 WIB,” ungkap dia dikutip Jumat (20/3).
Merujuk keterangan resmi yang disampaikan oleh Pemprov DKI Jakarta, Car Free Night saat malam takbir dilaksanakan sebagai upaya menghadirkan ruang publik yang lebih ramah sekaligus mempererat kebersamaan warga dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri.
Karena itu, tema yang diusung adalah Eid Mubarak Jakarta: Rhythm of Fountain. Berbagai acara sudah disiapkan untuk meramaikan agenda tersebut. Diantaranya Rampak Bedug, Festival Seribu Bedug, pawai obor dengan 5 ribu peserta, dan atraksi visual seperti dancing fountain, lighting show, laser show, dan flying LED show.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan terobosan untuk memberikan pengalaman baru bagi warga dalam menikmati malam takbiran. Dia pun menegaskan, dirinya sudah menyetujui pelaksanaan kegiatan tersebut di Jalan Sudirman-Thamrin.
”Saya sudah menyetujui untuk kegiatan malam itu mulai pukul 20.00 WIB sampai 22.00 WIB, kami akan mengadakan acara yang disebut dengan Car Free Night,” kata dia.
Baca Juga:Jakarta Bakal Gelar Car Free Night di Malam Takbiran, Kendaraan Pribadi Dilarang Melintas!
Orang nomor satu di Jakarta itu mengungkapkan bahwa pihaknya akan memberlakukan rekayasa lalu lintas dengan pembatasan ketat operasional kendaraan pribadi di sejumlah ruas jalan di sekitar lokasi kegiatan. Kebijakan itu diambil guna memastikan kenyamanan dan keamanan pengunjung selama acara berlangsung.
”Tidak diizinkan kendaraan pribadi untuk masuk, tetapi Transjakarta tetap beroperasi sehingga masyarakat tetap bisa beraktivitas dan menikmati acara,” kata Pramono.
Lebih lanjut, Pemprov DKI Jakarta mengajak seluruh masyarakat di Jakarta meramaikan malam takbiran dengan tertib dan penuh kebersamaan. Momentum penting tersebut diharapkan tidak hanya menjadi perayaan, melainkan juga menjadi ruang untuk memperkuat rasa persaudaraan di tengah keberagaman Jakarta.
