Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 Juli 2022 | 18.33 WIB

Rumah Padat Karya Gubeng Surabaya Raup Omzet Puluhan Juta Rupiah

Rumah Padat Karya Jalan Nias No. 110 Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya. - Image

Rumah Padat Karya Jalan Nias No. 110 Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya.

JawaPos.com–Rumah Padat Karya Viaduk di Jalan Nias, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya, meraup omzet puluhan juta rupiah setelah diresmikan Wali Kota Eri Cahyadi pada 28 Mei.

Camat Gubeng Eko Kurniawan Purnomo mengatakan, Rumah Padat Karya tersebut banyak diminati warga Surabaya. Sebab, tempatnya strategis dan kekinian.

”Selain kekinian juga instagramable dan sangat pas untuk tempat meeting bersama teman kantor. Banyak digemari pengunjung, karena suasananya seperti di rumah sendiri, cocok lah untuk ngopi,” kata Eko seperti dilansir dari Antara.

Bukan hanya coffee shop, kata Eko, tetapi juga ada barbershop (cukur rambut) hingga cuci motor dan mobil. Dari tiga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) itu, yang paling banyak diminati masyarakat adalah coffee shop. Sedangkan barbershop dan cuci kendaraan, masih kurang diminati dan belum maksimal.

Kurang maksimalnya dua usaha tersebut, menurut Eko, karena warga berpenghasilan rendah (MBR) yang bekerja di Rumah Pakar itu masih butuh pelatihan. Selain itu, tempat untuk cuci motor dan mobil belum maksimal karena tempat kurang memadai.

”Sementara ini hanya menjalankan coffee shop, karena yang potong rambut itu ternyata tidak sesuai passion. Sedangkan cuci mobil dan motor, tempatnya belum memadai, rencananya pada 2023, kami siapkan di Kantor Kelurahan Baratajaya,” tutur Eko.

Meskipun yang berjalan hanya coffee shop, Rumah Pakar di Viaduk Gubeng cukup memuaskan. Yakni meraup omzet hingga Rp 88 juta per bulan. Omzet itu digunakan untuk gaji, biaya operasional, dan masih banyak lainnya.

”Ada 23 MBR yang bekerja, masing-masing mendapat gaji antara Rp 1,5 juta–Rp 2 juta per bulan,” terang Eko.

Agar pendapat meningkat, Eko bersama jajarannya mempromosikan Rumah Pakar Viaduk Gubeng melalui sosial media (sosmed). Selain itu, menggandeng sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) untuk meningkatkan skill MBR yang bekerja di tempat tersebut.

”Kita terus melakukan evaluasi. Jadi tidak hanya coffee shop, kami juga menghadirkan pelatih dari bidang lain untuk meningkatkan pendapatan sesuai dengan permintaan Pak Wali (Eri Cahyadi) pendapatan MBR bisa sampai Rp 4 juta per bulan,” ujar Eko.

Wali Kota Eri Cahyadi sebelumnya mengatakan, sejumlah aset berupa bangunan milik Pemkot Surabaya dimanfaatkan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Salah satunya sebagai rumah padat karya.

Program padat karya itu disesuaikan dengan kondisi wilayah dan aset yang ada. Wali kota mencontohkan, ada aset berupa tambak, dapat dikelola untuk perikanan MBR di wilayah sekitarnya. Demikian pula jika aset itu berupa lahan kosong, bisa dimanfaatkan untuk pertanian atau usaha yang lain.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore